Ilmu dan Akhlaq Ulama (3)

وَهُوَ وَاضِحٌ وَيَتَفَاوَتُ فِي الۡفَضۡلِ بِحَسَبِ مُتَعَلِّقَاتِهِ، فَأَفۡضَلُهُ وَأَعۡظَمُهُ وَأَشۡرَفُهُ مَا يَتَعَلَّقُ بِاللهِ وَأَسۡمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَهُوَ عِلۡمُ الۡعَقِيدَةِ. فَإِنَّ اللهَ جَلَّ وَعَلاَ لَهُ الۡمَثَلُ الأَعۡلَى سُبۡحَانَهُ وَتَعَالَى وَهُوَ الۡوَصۡفُ الأَعۡلَى مِنۡ جَمِيعِ الۡوُجُوهِ فِي ذَاتِهِ وَأَسۡمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَفۡعَالِهِ.
ثُمَّ يَلِي ذَلِكَ مَا يَتَعَلَّقُ بِحَقِّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا شَرَعَهُ مِنَ الأَحۡكَامِ وَمَا يَنۡتَهِي إِلَيۡهِ الۡعَامِلُونَ، ثُمَّ مَا يَتۡبَعُ ذَلِكَ مِمَّا يُعِينُ عَلَيۡهِ وَيُوَصِّلُ إِلَيۡهِ مِنۡ عِلۡمِ قَوَاعِدِ الۡعَرَبِيَّةِ وَالۡمُصۡطَلَحَاتِ الإِسۡلاَمِيَّةِ فِي أُصُولِ الۡفِقۡهِ وَمُصۡطَلَحِ الۡحَدِيثِ، وَفِي غَيۡرِ ذَلِكَ مِمَّا يَتَعَلَّقُ بِذَلِكَ الۡعِلۡمِ وَيُعِينُ عَلَيۡهِ وَعَلَى فَهۡمِهِ وَالۡكَمَالِ فِيهِ.
وَيَلۡتَحِقُ بِذَلِكَ عِلۡمُ السِّيرَةِ النَّبَوِيَّةِ وَالتَّارِيخِ الإِسۡلاَمِيِّ وَتَرَاجِمِ رِجَالِ الۡحَدِيثِ وَأَئِمَّةِ الإِسۡلاَمِ وَيَلۡتَحِقُ بِذَلِكَ كُلُّ مَا لَهُ صِلَةٌ بِهَذَا الۡعِلۡمِ.
Dan ini adalah perkara yang jelas. Ilmu ini bertingkat-tingkat di dalam keutamaan sesuai dengan keterkaitan-keterkaitannya. Ilmu yang paling utama, paling agung, dan paling mulia adalah ilmu yang berkaitan dengan Allah, nama-namaNya, sifat-sifatNya, yaitu ilmu ‘aqidah. Sesungguhnya Allah jalla wa ‘ala memiliki sifat yang paling tinggi - subhanahu wa ta’ala -, yaitu sifat yang paling tinggi dari segala sisi-sisi di dalam dzatNya, nama-namaNya, sifat-sifatNya, dan perbuatan-perbuatanNya.
Tingkatan ilmu setelahnya adalah ilmu yang berkaitan dengan hakNya atas semua hambaNya. Ilmu tentang hukum-hukum yang Allah syari’atkan, ilmu tentang perkara yang orang-orang beramal akan berakhir kepadanya. Kemudian, ilmu yang berikutnya adalah ilmu yang dapat membantu atas perkara-perkara tersebut dan mengantarkan kepadanya, berupa ilmu kaidah-kaidah bahasa Arab, pembahasan-pembahasan islami di dalam ushul fiqh, dan musthalah hadits. Dan di dalam selain itu dari ilmu yang berkaitan dengan ilmu tersebut, dan membantu atasnya, memahaminya, dan menyempurnakannya.
Ilmu yang setelahnya berupa ilmu sirah nabawiyyah, sejarah islam, biografi-biografi para periwayat hadits dan imam-imam Islam. Dan ilmu yang mengikutinya yaitu setiap ilmu yang memiliki hubungan dengan ilmu agama ini.