Manhajus Salikin - Kitab Shalat (2)


Bab Sifat Shalat

Disunnahkan untuk mendatangi shalat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Ketika memasuki masjid, dia mengatakan,
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Dengan nama Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakan untukku pintu-pintu rahmatMu.” Mendahulukan kaki kanan untuk masuk masjid dan kaki kiri untuk keluar dari masjid sambil mengucapkan dzikir tadi. Bedanya dia mengatakan,
وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ
“Dan bukakan untukku pintu-pintu karuniaMu.” Sebagaimana telah tersebut di dalam hadits.
Jika dia telah berdiri untuk shalat, dia berkata:
اللهُ أَكْبَرُ
“Allahu Akbar.” Sambil mengangkat kedua tangannya di depan kedua pundaknya atau sampai dua cuping telinganya. Mengangkat dua tangan ada di empat tempat: ketika takbiratul ihram, ruku’, bangkit dari ruku’, dan berdiri dari tasyahhud awal. Sebagaimana telah shahih hadits-hadits tentang hal tersebut dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, di bawah atau di atas pusar, atau di atas dada. Lalu mengatakan,
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلٰهَ غَيْرُكَ
“Maha suci Engkau ya Allah dan aku memujiMu. Maha suci namaMu, maha tinggi kemuliaanMu, dan tidak ada sesembahan selain Engkau.” Atau membaca bacaan istiftah yang lain yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian membaca ta’awwudz dan basmalah. Lalu membaca Al-Fatihah dan diikuti membaca satu surat pada 2 raka’at awal dari shalat yang berjumlah 4 atau 3 raka’at. Surat pada shalat fajr/subuh dari thiwaal al-mufashshal (surat Qaaf sampai An-Naba` -penerj.), pada shalat maghrib dari qishaar al-mufashshal (surat Adh-Dhuha sampai selesai -penerj.), shalat lain dari awsaath al-mufashshal (surat An-Naba` sampai Adh-Dhuha -penerj.). Qira`ah dikeraskan pada malam dan dilirihkan pada siang. Kecuali shalat Jum’at, dua ‘Ied, kusuf, dan istisqa`, pada shalat-shalat tersebut bacaan dikeraskan.
Kemudian bertakbir untuk ruku’. Meletakkan dua tangan di atas dua lutut dan menjadikan kepalanya di depan punggungnya. Lalu mengucapkan,
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
“Maha suci Rabbku yang Maha agung.” dan mengulang-ulangnya. Jika dia mengucapkan ketika ruku’ dan sujud bacaan,
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Maha suci Engkau ya Allah Rabb kami, dan aku memujiMu. Ya Allah, ampunilah aku.” maka ini baik. Kemudian dia mengangkat kepalanya seraya berkata,
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Allah Maha mendengar orang-orang yang memujiNya.” baik dia menjadi imam atau shalat sendiri. Dan juga mengucapkan,
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مِلْءَ السَّمَاءِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
“Wahai Rabb kami, hanya untukMu segala pujian yang banyak yang baik yang diberkahi, sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau inginkan setelah itu.” Kemudian sujud di atas anggota tubuh sujud yang tujuh. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ -وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى أَنْفِهِ- وَالْكَفَّيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ
“Aku diperintah untuk sujud di atas tujuh tulang: di atas dahi -beliau mengisyaratkan dengan tangannya kepada hidungnya-, dua telapak tangan dan dua lutut, dan ujung kedua telapak kaki.” (Muttafaqun ‘alaih). Lalu mengucapkan,
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
“Maha suci Rabbku yang Maha tinggi.” Lalu bertakbir, dan duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan -yaitu duduk iftirasy-. Seluruh duduk di dalam shalat adalah duduk iftirasy, kecuali pada tasyahhud akhir dengan duduk tawarruk. Yaitu duduk di atas tanah, dan mengeluarkan kaki kiri dari belakang kaki kanan. Pada duduk di antara dua sujud mengucapkan,
رَبِّ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَاجْبُرْنِي وَعَافِنِي
“Wahai Rabbku, ampunilah aku, kasihilah aku, tunjukilah aku, berilah rizki kepadaku, cukupilah aku, dan berilah aku kesehatan.” Lalu sujud yang kedua seperti sujud pertama, kemudian bangkit dengan bertakbir bertumpu pada dua telapak kakinya. Lalu shalat raka’at kedua seperti raka’at pertama. Kemudian duduk untuk tasyahhud awal, bacaannya:
التَّحِيَّاتُ للهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
“Segala penghormatan hanya bagi Allah. Begitu pula seluruh pengagungan dan kebaikan. Semoga keselamatan atas engkau wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan barakahNya. Semoga keselamatan atas kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad itu hamba dan RasulNya.” Kemudian berdiri menyelesaikan sisa raka’atnya, mencukupkan setelah tasyahhud awal tadi dengan bacaan Al-Fatihah. Kemudian tasyahhud pada duduk yang akhir, dengan bacaan yang telah disebutkan, ditambah dengan mengucapkan:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. أَعُوذُ بِاللهِ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Agung. Dan berilah berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Aku berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam, adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” Dan berdoa dengan apa yang disukai, kemudian salam ke kanan dan ke kiri:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah atas kalian.”