Shahih Muslim hadits nomor 948

١٩ – بَابٌ مَنۡ صَلَّى عَلَيۡهِ أَرۡبَعُونَ شُفِّعُوا فِيهِ

19. Bab barangsiapa empat puluh orang menshalati jenazahnya, maka akan diperkenankan syafa'at mereka untuknya

٥٩ – (٩٤٨) – حَدَّثَنَا هَارُونُ بۡنُ مَعۡرُوفٍ وَهَارُونُ بۡنُ سَعِيدٍ الۡأَيۡلِيُّ وَالۡوَلِيدُ بۡنُ شُجَاعٍ السَّكُونِيُّ - قَالَ الۡوَلِيدُ: حَدَّثَنِي. وَقَالَ الۡآخَرَانِ: حَدَّثَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ -: أَخۡبَرَنِي أَبُو صَخۡرٍ، عَنۡ شَرِيكِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنۡ كُرَيۡبٍ مَوۡلَى ابۡنِ عَبَّاسٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عَبَّاسٍ؛ أَنَّهُ مَاتَ ابۡنٌ لَهُ بِقُدَيۡدٍ أَوۡ بِعُسۡفَانَ. فَقَالَ: يَا كُرَيۡبُ، انۡظُرۡ مَا اجۡتَمَعَ لَهُ مِنَ النَّاسِ. قَالَ: فَخَرَجۡتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدِ اجۡتَمَعُوا لَهُ، فَأَخۡبَرۡتُهُ. فَقَالَ: تَقُولُ هُمۡ أَرۡبَعُونَ؟ قَالَ: نَعَمۡ. قَالَ: أَخۡرِجُوهُ، فَإِنِّي سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (مَا مِنۡ رَجُلٍ مُسۡلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَىٰ جَنَازَتِهِ أَرۡبَعُونَ رَجُلًا، لَا يُشۡرِكُونَ بِاللهِ شَيۡئًا، إِلَّا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ).
وَفِي رِوَايَةِ ابۡنِ مَعۡرُوفٍ: عَنۡ شَرِيكِ بۡنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنۡ كُرَيۡبٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ.
59. (948). Harun bin Ma'ruf, Harun bin Sa'id Al-Aili, dan Al-Walid bin Syuja' As-Sakuni telah menceritakan kepada kami – Al-Walid berkata: Telah menceritakan kepadaku. Dua periwayat yang lain berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami -: Abu Shakhr mengabarkan kepadaku, dari Syarik bin 'Abdullah bin Abu Namir, dari Kuraib maula Ibnu 'Abbas, dari 'Abdullah bin 'Abbas; Bahwasanya putra beliau meninggal di Qudaid atau di 'Usfan. Beliau berkata: Wahai Kuraib, lihatlah ke luar apakah manusia sudah berkumpul menshalatinya. Maka aku keluar, ternyata manusia telah berkumpul untuk menshalatinya. Aku pun mengabarkan kepada beliau. Lalu beliau bertanya: Menurutmu apa mereka sudah ada empat puluh orang? Aku menjawab: Ya. Beliau berkata: Bawa keluar jenazah ini. Sungguh aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun meninggal, lalu jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali Allah akan memberikan syafa'at mereka kepadanya.”
Di dalam riwayat Ibnu Ma'ruf: dari Syarik bin Abu Namir, dari Kuraib, dari Ibnu 'Abbas.