Al-Qawa'idul Mutsla - Seluruh Nama Allah adalah Indah

الۡفَصۡلُ الۡأَوَّلُ: قَوَاعِدُ فِي أَسۡمَاءِ اللهِ تَعَالَى

Pasal Pertama: Kaidah-kaidah di dalam Nama-nama Allah Ta'ala

الۡقَاعِدَةُ الۡأُولَى – أَسۡمَاءُ اللهِ تَعَالَى كُلُّهَا حُسۡنَى:

Kaidah Pertama – Seluruh Nama-nama Allah Ta'ala adalah Indah

أَيۡ: بَالِغَةٌ فِي الۡحُسۡنِ غَايَتُهُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَلِلهِ الۡأَسۡمَآءُ الۡحُسۡنَىٰ﴾ (الأعراف: ١٨٠). وَذٰلِكَ لِأَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِصِفَاتٍ كَامِلَةٍ لَا نَقۡصَ فِيهَا بِوَجۡهٍ مِنَ الۡوُجُوهِ، لَا احۡتِمَالًا وَلَا تَقۡدِيرًا.
Yakni mencapai puncak keindahan. Allah ta'ala berfirman, “Hanya milik Allah lah nama-nama yang indah.” (QS. Al-A'raf: 180). Karena nama-namaNya mengandung sifat-sifat yang sempurna, tidak ada kekurangan padanya dari sisi mana pun, baik secara kemungkinan ataupun perkiraan. 

  • مِثَالُ ذٰلِكَ: (الۡحَيُّ) اسۡمٌ مِنۡ أَسۡمَاءِ اللهِ تَعَالَى، مُتَضَمِّنٌ لِلۡحَيَاةِ الۡكَامِلَةِ الَّتِي لَمۡ تُسۡبَقۡ بِعَدَمٍ، وَلَا يَلۡحَقُهَا زَوَالٌ. الۡحَيَاةُ الۡمُسۡتَلۡزِمَةُ لِكَمَالِ الصِّفَاتِ مِنَ الۡعِلۡمِ، وَالۡقُدۡرَةِ، وَالسَّمۡعِ، وَالۡبَصَرِ وَغَيۡرِهَا. 
Contohnya nama Al-Hayyu, satu nama dari nama-nama Allah ta'ala. Nama ini mengandung kehidupan yang sempurna. Tidak didahului oleh ketiadaan dan tidak diikuti oleh kematian. Kehidupan yang mengharuskan kesempurnaan sifat-sifat ilmu, kekuasaan, pendengaran, penglihatan, dan sifat lainnya. 

  • وَمِثَالٌ آخَرُ: (الۡعَلِيمُ) اسۡمٌ مِنۡ أَسۡمَاءِ اللهِ مُتَضَمِّنٌ لِلۡعِلۡمِ الۡكَامِلِ، الَّذِي لَمۡ يُسۡبَقۡ بِجَهۡلٍ، وَلَا يَلۡحَقُهَا نِسۡيَانُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿عِلۡمُهَا عِنۡدَ رَبِّي فِي كِتَٰبٍ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنۡسَى﴾ (طه: ٥٢). الۡعِلۡمُ الۡوَاسِعُ الۡمُحِيطُ بِكُلِّ شَيۡءٍ جُمۡلَةً وَتَفۡصِيلًا، سَوَاءً مَا يَتَعَلَّقُ بِأَفۡعَالِهِ، أَوۡ أَفۡعَالِ خَلۡقِهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَعِنۡدَهُ مَفَاتِحُ الۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَ وَيَعۡلَمُ مَا فِي الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ وَمَا تَسۡقُطُ مِنۡ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَٰتِ الۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَٰبٍ مُبِينٍ﴾ (الأنعام: ٥٩). ﴿وَمَا مِنۡ دَآبَّةٍ فِي الۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى اللهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَٰبٍ مُبِينٍ﴾ (هود: ٦)، ﴿يَعۡلَمُ مَا فِي السَّمَٰوَٰتِ وَالۡأَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعۡلِنُونَ وَاللهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ﴾ (التغابن: ٤). 
Contoh lain Al-'Alim. Sebuah nama dari nama-nama Allah yang mengandung ilmu yang sempurna. Ilmu yang tidak didahului oleh ketidaktahuan dan tidak diikuti oleh kelupaan. Allah ta'ala berfirman, “Pengetahuan tentang itu ada di sisi Rabbku, di dalam sebuah kitab, Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.” (QS. Thaha: 52). Ilmu yang luas meliputi segala sesuatu secara global dan terperinci. Sama saja apakah ilmu itu terkait dengan perbuatanNya atau perbuatan makhlukNya. Allah ta'ala berfirman, “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (QS. Al-An'am: 59). “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS. Huud: 6). “Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. At-Taghabun: 4). 

  • وَمِثَالُ ثَالِثٍ: (الرَّحۡمٰنُ) اسۡمٌ مِنۡ أَسۡمَاءِ اللهِ تَعَالَى مُتَضَمِّنٌ لِلرَّحۡمَةِ الۡكَامِلَةِ، الَّتِي قَالَ عَنۡهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَلّٰهُ أَرۡحَمُ بِعِبَادِهِ مِنۡ هٰذِهِ بِوَلَدِهَا) يَعۡنِي أُمَّ صَبِيٍّ وَجَدَتۡهُ فِي السَّبۡيِ فَأَخَذَتۡهُ وَأَلۡصَقَتۡهُ بِبَطۡنِهَا وَأَرۡضَعَتۡهُ، وَمُتَضَمِّنٌ أَيۡضًا لِلرَّحۡمَةِ الۡوَاسِعَةِ الَّتِي قَالَ اللهُ عَنۡهَا: ﴿وَرَحۡمَتِي وَسِعَتۡ كُلَّ شَيۡءٍ﴾ (الأعراف: ١٥٦)، وَقَالَ عَنۡ دُعَاءِ الۡمَلَائِكَةِ لِلۡمُؤۡمِنِينَ: ﴿رَبَّنَا وَسِعۡتَ كُلَّ شَيۡءٍ رَّحۡمَةً وَعِلۡمًا﴾ (غافر: ٧). 
Contoh ketiga, Ar-Rahman, sebuah nama dari nama-nama Allah ta'ala yang mengandung sifat penyayang yang sempurna. Sifat yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentangnya, “Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hambaNya daripada wanita ini terhadap anaknya.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Adab no. 5999 dan Muslim, Kitab Taubat no. 2754). Wanita yang dimaksud adalah ibu bayi yang dia temukan di antara para tawanan. Lalu ia mengambilnya, mendekapkannya ke perutnya, dan menyusuinya. Sifat ini mengandung pula sifat penyayang yang luas yang Allah ta'ala berfirman tentangnya, “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A'raf: 156). Allah berfirman tentang doa malaikat terhadap orang-orang mu`min, “Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu.” (QS. Ghafir: 7). 
وَالۡحُسۡنُ فِي أَسۡمَاءِ اللهِ تَعَالَى يَكُونُ بِاعۡتِبَارِ كُلِّ اسۡمٍ عَلَى انۡفِرَادِهِ، وَيَكُونُ بِاعۡتِبَارِ جَمۡعِهِ إِلَى غَيۡرِهِ، فَيَحۡصُلُ بِجَمۡعِ الۡإِسۡمِ إِلَى الۡآخَرِ كَمَالٌ فَوۡقَ كَمَالٍ.
مِثَالُ ذٰلِكَ: (الۡعَزِيزُ الۡحَكِيمُ). فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَجۡمَعُ بَيۡنَهُمَا فِي الۡقُرۡآنِ كَثِيرًا. فَيَكُونُ كُلٌّ مِنۡهُمَا دَالًّا عَلَى الۡكَمَالِ الۡخَاصِ الَّذِي يَقۡتَضِيهِ، وَهُوَ الۡعِزَّةُ فِي الۡعَزِيزِ، وَالۡحُكۡمُ وَالۡحِكۡمَةُ فِي الۡحَكِيمِ، وَالۡجَمۡعُ بَيۡنَهُمَا دَالٌّ عَلَى كَمَالٍ آخَرَ وَهُوَ أَنَّ عِزَّتَهُ تَعَالَى مَقۡرُونَةٌ بِالۡحِكۡمَةِ، فَعِزَّتُهُ لَا تَقۡتَضِي ظُلۡمًا وَجَوۡرًا وَسُوءَ فِعۡلٍ، كَمَا قَدۡ يَكُونُ مِنۡ أَعِزَّاءِ الۡمَخۡلُوقِينَ، فِإِنَّ الۡعَزِيزَ مِنۡهُمۡ قَدۡ تَأۡخُذُهُ الۡعِزَّةُ بِالۡإِثۡمِ، فَيَظۡلِمُ وَيَجُورُ وَيَسِيءُ التَّصَرُّفُ. وَكَذٰلِكَ حُكۡمُهُ تَعَالَى وَحِكۡمَتُهُ مَقۡرُونَانِ بِالۡعِزِّ الۡكَامِلِ بِخِلَافِ حُكۡمِ الۡمَخۡلُوقِ وَحِكۡمَتِهِ فَإِنَّهُمَا يَعۡتَرِيهِمَا الذُّلُّ.
Keindahan nama-nama Allah ta'ala bisa ditinjau dari setiap nama itu secara tersendiri. Dan bisa pula ditinjau dari berkumpulnya dengan nama yang lain. Sehingga dengan berkumpulnya sebuah nama kepada nama yang lain akan menghasilkan kesempurnaan di atas kesempurnaan.
Contoh hal tersebut adalah Al-'Azizul Hakim. Sesungguhnya Allah ta'ala sering mengumpulkan kedua nama tersebut di dalam Al-Qur`an. Setiap satu nama dari dua nama itu menunjukkan kesempurnaan yang khusus. Yaitu keperkasaan pada nama Al-'Aziz. Dan hukum dan hikmah pada nama Al-Hakim. Adapun menggabungkan keduanya akan menunjukkan kesempurnaan lain. Yaitu bahwa sifat keperkasaan Allah ta'ala dibarengi dengan sifat hikmah. Sehingga kemuliaanNya tidak mengakibatkan kezhaliman, kejahatan, dan perbuatan yang buruk. Sebagaimana terjadi pada sebagian makhluk yang memiliki kekuasaan, dimana yang berkuasa di antara makhluk itu sering kali sombong yang mengakibatkannya berbuat dosa. Lalu dia berbuat zhalim, berbuat kejahatan, dan berbuat kejelekan. Demikian pula sifat hukum dan hikmah Allah ta'ala dibarengi dengan sifat keperkasaan yang sempurna. Berbeda dengan sifat hukum dan hikmah pada makhluk, dimana pada mereka kedua sifat itu terdapat kelemahan.