Shahih Muslim hadits nomor 2246

١ – بَابُ النَّهۡيِ عَنۡ سَبِّ الدَّهۡرِ

1. Bab larangan mencela masa

١ – (٢٢٤٦) – وَحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، أَحۡمَدُ بۡنُ عَمۡرِو بۡنِ سَرۡحٍ وَحَرۡمَلَةُ بۡنُ يَحۡيَىٰ. قَالَا: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ: حَدَّثَنِي يُونُسُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَخۡبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ. قَالَ: قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَسُبُّ ابۡنُ آدَمَ الدَّهۡرَ وَأَنَا الدَّهۡرُ، بِيَدِيَ اللَّيۡلُ وَالنَّهَارُ).
[البخاري: كتاب الأدب، باب لا تسبوا الدهر، رقم: ٦١٨١].
1. (2246). Abuth-Thahir Ahmad bin 'Amr bin Sarh dan Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepadaku. Mereka berdua berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami: Yunus menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab: Abu Salamah bin 'Abdurrahman mengabarkan kepadaku. Beliau berkata: Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah 'azza wa jalla berfirman: Anak Adam mencela masa padahal Aku lah pemilik dan pengatur masa. Di tanganKu lah pergantian malam dan siang.”
٢ - (…) - وَحَدَّثَنَاهُ إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ وَابۡنُ أَبِي عُمَرَ - وَاللَّفۡظُ لِابۡنِ أَبِي عُمَرَ -. قَالَ إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا. وَقَالَ ابۡنُ أَبِي عُمَرَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنِ ابۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: يُؤۡذِينِي ابۡنُ آدَمَ: يَسُبُّ الدَّهۡرَ، وَأَنَا الدَّهۡرُ، أُقَلِّبُ اللَّيۡلَ وَالنَّهَارَ).
[البخاري: كتاب التفسير، باب سورة الجاثية، رقم: ٤٨٢٨].
2. Ishaq bin Ibrahim dan Ibnu Abu 'Umar menceritakan hadits ini kepada kami. Dan lafazh ini milik Ibnu Abu 'Umar. Ishaq berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Ibnu Abu 'Umar berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah 'azza wa jalla berfirman: Anak Adam menyakitiku, dia mencela masa. Padahal Aku lah pemilik dan pengatur masa, Aku membolak-balikkan malam dan siang.”
٣ - (…) - وَحَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنِ ابۡنِ الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ. قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: يُؤۡذِينِي ابۡنُ آدَمَ، يَقُولُ: يَا خَيۡبَةَ الدَّهۡرِ، فَلَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمۡ: يَا خَيۡبَةَ الدَّهۡرِ، فَإِنِّي أَنَا الدَّهۡرُ. أُقَلِّبُ لَيۡلَهُ وَنَهَارَهُ، فَإِذَا شِئۡتُ قَبَضۡتُهُمَا).
3. 'Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: 'Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami: Ma'mar mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah. Beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah 'azza wa jalla berfirman: Anak Adam menyakitiku, dia berkata: Wah, waktu sial. Janganlah sekali-kali kalian mengatakan: Wah, waktu sial. Karena Aku lah pemilik dan pengatur masa. Aku membolak-balikkan malam dan siangnya. Jika Aku ingin, akan Aku genggam keduanya.”
٤ - (…) - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا الۡمُغِيرَةُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ، عَنۡ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الۡأَعۡرَاجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمۡ: يَا خَيۡبَةَ الدَّهۡرِ، فَإِنَّ اللهَ هُوَ الدَّهۡرُ).
4. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Al-Mughirah bin 'Abdurrahman menceritakan kepada kami, dari Abuz Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang di antara kalian mengucapkan: Wah, waktu sial. Karena Allah itulah pemilik dan pengatur masa.”
٥ - (…) - وَحَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ هِشَامٍ، عَنِ ابۡنِ سِيرِينَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (لَا تَسُبُّوا الدَّهۡرَ، فَإِنَّ اللهَ هُوَ الدَّهۡرُ).
5. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku: Jarir menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Janganlah kalian mencela masa, karena sesungguhnya Allah Dia lah pemilik dan pengatur masa.”