Syarh Al-Qawa'idul Arba' - Muqaddimah (5)

(فَإِذَا عَرَفۡتَ أَنَّ اللهَ خَلَقَكَ لِعِبَادَتِهِ) يَعۡنِي: إِذَا عَرَفۡتَ مِنۡ هٰذِهِ الۡآيَةِ: ﴿وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡإِنۡسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ۝٥٦﴾ [الذاريات: ٥٦]. وَأَنۡتَ مِنَ الۡإِنۡسِ، دَاخِلٌ فِي هٰذِهِ الۡآيَةِ، وَعَرَفۡتَ أَنَّ اللهَ مَا خَلَقَكَ عَبَثًا، أَوۡ خَلَقَكَ لِتَأۡكُلَ وَتَشۡرَبَ فَقَطۡ، تَعِيشَ فِي هٰذِهِ الدُّنۡيَا وَتَسۡرَحۡ وَتَمۡرَحۡ، لَمۡ يَخۡلُقۡكَ لِهٰذَا، خَلَقَكَ اللهُ لِعِبَادَتِهِ، وَإِنَّمَا سَخَّرَ لَكَ هٰذِهِ الۡمَوۡجُودَاتِ مِنۡ أَجۡلِ أَنۡ تَسۡتَعِينَ بِهَا عَلَى عِبَادَتِهِ، لِأَنَّكَ لَا تَسۡتَطِيعُ أَنۡ تَعِيشَ إِلَّا بِهٰذِهِ الۡأَشۡيَاءِ، وَلَا تَتَوَصَّلُ إِلَى عِبَادَةِ اللهِ إِلَّا بِهٰذِهِ الۡأِشۡيَاءِ، سَخَّرَهَا اللهُ لَكَ لِأَجۡلِ أَنۡ تَعۡبُدَهُ، لَيۡسَ مِنۡ أَجۡلِ أَنۡ تَفۡرَحَ بِهَا وَتَسۡرَحَ وَتَمۡرَحَ وَتَفۡسُقَ وَتَفۡجُرَ تَأۡكُلَ وَتَشۡرَبَ مَا اشۡتَهَيۡتَ، هٰذَا شَأۡنُ الۡبَهَائِمِ، أَمَّا الۡآدَمِيُّونَ فَاللهُ –جَلَّ وَعَلَا- خَلَقَهُمۡ لِغَايَةٍ عَظِيمَةٍ وَحِكۡمَةٍ عَظِيمَةٍ وَهِي الۡعِبَادَةُ، قَالَ تَعَالَى: ﴿وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡإِنۡسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ۝٥٦ مَآ أُرِيدُ مِنۡهُمۡ مِّن رِّزۡقٍ﴾ [الذاريات: ٥٦-٥٧]
Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Sehingga, jika engkau mengetahui bahwa Allah menciptakan engkau agar engkau beribadah kepadaNya”, yakni: Jika engkau telah mengetahui ayat ini, yang artinya, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyat: 56) dan engkau termasuk dari jenis manusia yang masuk ke dalam ayat ini dan engkau telah mengetahui bahwa Allah tidak menciptakan engkau sia-sia, Allah tidak menciptakan engkau agar engkau makan dan minum saja, engkau hidup di dunia ini kemudian bebas lagi sombong. Allah tidak menciptakan engkau untuk tujuan ini. Allah menciptakan engkau untuk beribadah kepadaNya. Segala sesuatu yang ada di dunia ini Allah tundukkan untuk engkau hanya agar dapat membantumu untuk beribadah kepadaNya, karena sungguh engkau tidak bisa hidup kecuali dengannya. Dan engkau tidak bisa sampai kepada tujuan beribadah kepada Allah kecuali dengannya. Allah tundukkan ia untukmu agar engkau menyembahNya, bukan agar engkau berbangga dengannya, lalu engkau bebas, sombong, berbuat fasik dan fajir. Engkau makan dan minum semaumu sendiri. Yang demikian itu adalah keadaannya binatang ternak. Adapun manusia, maka Allah jalla wa ‘ala menciptakan mereka untuk tujuan dan hikmah yang sangat agung, yaitu ibadah. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu. Aku tidak menginginkan sedikit pun rezeki dari mereka.” (QS. Adz-Dzariyat: 56-57).
اللهُ مَا خَلَقَكَ لِتَكۡتَسِبَ لَهُ، أَنۡ تَحۡتَرِفَ وَتَجۡمَعَ لَهُ مَالًا، كَمَا يَفۡعَلُ بَنُو آدَمَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ يَجۡعَلُونَ عُمَّالًا يَجۡمَعُونَ لَهُمُ الۡمَكَاسِبَ، لَا، اللهُ غَنِيٌّ عَنۡ هٰذَا، وَاللهُ غَنِيٌّ عَنِ الۡعَالَمِينَ، وَلِهٰذَا قَالَ: ﴿مَآ أُرِيدُ مِنۡهُمۡ مِّن رِّزۡقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونَ ۝٥٧﴾ [الذاريات: ٥٧] اللهُ –جَلَّ وَعَلَا- يُطۡعِمُ وَلَا يُطۡعَمُ، غَنِيٌّ عَنِ الطَّعَامِ، وَغَنِيٌّ –جَلَّ وَعَلَا- بِذَاتِهِ، وَلَيۡسَ هُوَ فِي حَاجَةٍ إِلَى عِبَادَتِكَ، لَوۡ كَفَرۡتَ مَا نَقَصۡتَ مُلۡكَ اللهِ، وَلٰكِنۡ أَنۡتَ الَّذِي بِحَاجَةٍ إِلَيۡهِ، أَنۡتَ الَّذِي بِحَاجَةٍ إِلَى الۡعِبَادَةِ، فَمِنۡ رَحۡمَتِهِ: أَنَّهُ أَمَرَكَ بِعِبَادَتِهِ مِنۡ أَجۡلِ مَصۡلَحَتِكَ، لِأَنَّكَ إِذَا عَبَدۡتَهُ فَإِنَّهُ سُبۡحَانَهُ وَتَعَالَى يُكۡرِمُكَ بِالۡجَزَاءِ وَالثَّوَابِ، فَالۡعِبَادَةُ سَبَبٌ لِإِكۡرَامِ اللهِ لَكَ فِي الدُّنۡيَا وَالۡآخِرَةِ، فَمَنِ الَّذِي يَسۡتَفِيدُ مِنَ الۡعِبَادَةِ؟ الۡمُسۡتَفِيدُ مِنَ الۡعِبَادَةِ هُوَ الۡعَابِدُ نَفۡسُهُ، أَمَّا اللهُ –جَلَّ وَعَلَا- فَإِنَّهُ غَنِيٌّ عَنۡ خَلۡقِهِ.
Allah tidak menciptakanmu agar engkau memberi nafkah kepadaNya, bekerja, dan mengumpulkan harta untukNya. Seperti yang dilakukan sebagian manusia kepada sebagian yang lain. Mereka menjadikan para pekerja yang mengumpulkan penghasilan untuk mereka. Bukan untuk itu. Allah maha kaya dari hal tersebut dan Allah maha kaya dari alam semesta. Oleh karenanya, Allah berfirman yang artinya, “Aku tidak menginginkan sedikit pun rezeki dari mereka dan Aku tidak ingin agar mereka memberiKu makan.” (QS. Adz-Dzariyat: 57). Allah jalla wa ‘ala yang memberi makan dan tidak diberi makan, Dia tidak butuh makanan, dan Allah jalla wa ‘ala adalah Dzat yang maha kaya. Allah tidak butuh pula kepada ibadahmu. Seandainya engkau kafir, engkau tidaklah mengurangi kerajaan Allah. Bahkan engkau lah yang butuh kepadaNya. Engkau yang butuh kepada ibadah. Sehingga, termasuk rahmat Allah adalah bahwa Dia memerintahkan engkau beribadah kepadaNya untuk kemaslahatanmu sendiri. Karena jika engkau menyembahNya, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memuliakanmu dengan balasan dan pahala. Jadi ibadah adalah sebab pemuliaan Allah kepadamu di dunia dan akhirat. Jadi, siapakah yang sesungguhnya mendapatkan faidah dari ibadah? Pihak yang mendapatkan faidah ibadah adalah hamba itu sendiri. Sedangkan Allah jalla wa ‘ala tidak membutuhkan makhlukNya.