Fatwa para Ulama tentang Agresi Amerika ke Iraq

Dalam situasi fitnah dan cobaan ini adalah sangat penting untuk merujuk kepada nasihat dan keputusan dari "perwaris para Nabi" ulama Islam yang mulia di tengah-tengah gencarnya racun kebohongan yang dikemudikan oleh media massa kuffar. Amat sayang, kita menemukan banyak dari kaum muslimin berkumpul di sekitar TV dan radio untuk mencari berita dan klarifikasi berkaitan dengan agresi ke Iraq, sementara klarifikasi yang terlihat adalah dari propaganda paparazzi kaum musyrikin. Mengenai posisi Islam, kaum muslimin yang benar dalam menghadapi fitnah ini, kami menasehatkan dengan nasehatnya para ulama, pelita zaman ini.

Nasehat dari Syaikh Al 'Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi


Pertanyaan: Ya Syaikh, apa posisi kaum muslimin dari apa yang terjadi di Iraq? Dan apakah Anda mempunyai nasehat untuk kaum muslimin secara umum dan khususnya mereka yang tinggal di Barat?

Jawab: Kenyataannya adalah bahwa persoalan ini cukup menyedihkan. Tiada kekuatan kecuali milik Allah. Adapun kaum muslimin tidak memiliki kekuatan sedikitpun dan mereka tidak mempunyai sesuatu apapun di tangannya. Sehingga tidaklah ada bagi mereka kecuali mendoakan mereka yang lemah yang telah dibantai. Adapun Saddam Husein, dia adalah seorang Sosialis Ba'tsi -na'udzu billahi min dzalik- dan keyakinannya adalah sesat. Bagaimanapun dia telah membuat kerusakan terhadap kaum muslimin, kaum yang telah dibantai tanpa sebab. Sehingga, tiada bagi mereka kecuali mendoakan (kaum muslimin Iraq) dan tiada keraguan bahwa doa tersebut akan memberi peranan dan pengaruh, dan Allah 'azza wa jalla mengetahui segala perkara dusta.

Nasehat dari Al 'Allamah Zaid bin Hadi Al Madkhali


Pertanyaan: Ya Syaikh, bagaimana posisi kita atau posisi kaum muslimin secara umum berkenaan dengan fitnah yang telah terjadi akhir-akhir ini di Iraq?

Jawab: Hendaknya kaum muslimin memohon kepada Allah 'azza wa jalla agar Dia memuliakan Islam dan kaum muslimin, agar Dia memuliakan agama ini, agar Dia memuliakan Al Qur'anul Karim, memuliakan Sunnah, agar Dia memuliakan ilmu dan para ulama. Dan agar Dia memberikan keringanan serta jalan keluar dari setiap fitnah.

Nasehat dari Al 'Allamah Sulaiman Ar Ruhaili


Pertanyaan: Dengan menyebut nama Allah, semoga kedamaian, kasih sayang, dan keridhoan Allah menyertaimu. Sungguh apa yang terjadi sekarang yakni agresi sejumlah besar pasukan koalisi terhadap Iraq telah diketahui oleh setiap orang. Jadi jalan apakah yang wajib untuk ditempuh dalam menghadapi masalah yang sedang terjadi, terutama sejak perang hampir pecah?

Jawab: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah, Pelimpah kasih sayang. Kewajiban kaum muslimin adalah mencari perlindungan kepada Allah 'azza wa jalla dan berdoa kepadaNya agar membimbing kaum muslimin, menghindarkan kejahatan dari mereka, dan agar menghentikan kejahatan musuh-musuh mereka. 

Demikian juga merupakan kewajiban atas kaum muslimin untuk kembali kepada Rabbnya dan becermin pada kondisi yang dihadapinya dan apa yang menyebabkan mereka berada dalam fitnah sekarang ini.

Dan adalah wajib bagi setiap orang untuk kembali berpegang teguh pada agama mereka. Wajib bagi setiap orang untuk memenangkan Allah 'azza wa jalla, sehingga dengan demikian Allah akan memenangkannya atas musuhnya. Tidak ada keraguan dalam hal ini.

Tidak pantas bagi seorang muslim untuk mengalihkan perhatiannya dari kebutuhan yang agung ini, yaitu agar setiap orang merujuk kepada Islam dan memenangkan Allah Yang Maha Kuat dan Agung. Dengan demikian kemenangan dari Allah menjadi kenyataan.

Demikian pula hendaklah setiap orang kembali kepada para ulama, agar mempersatukan mereka dan agar mengambil apa saja yang para ulama tuntunkan ummat kepadanya. Hal ini karena mereka (para ulama) adalah orang yang paling berilmu, paling bijaksana, dan mereka memiliki sebaik-baik pengetahuan tentang apa yang Allah 'azza wa jalla akan memperbaiki ummat dengannya. Tuntunan mereka adalah tuntunan terbaik dan jalan yang paling aman.

Fatwa Syaikhul Islam 'Abdul 'Aziz bin Baaz dan Al 'Allamah Al Muhaddits Muqbil bin Haadi Al Wadi'i (rahimahumallah) tentang Tragedi Besar "Saddam Husein"


Dia adalah seorang yang telah banyak membawa kerusakan dan penyimpangan pada kaum muslimin. Sungguh, sebagaimana telah diketahui oleh masyarakat, Islam tidak punya tempat bagi ideologi bid'ah Ba'tsiyyah, demikian pula Islam tidak menerima usaha seorang munafiq seperti Saddam untuk menentramkan kaum muslimin.

Diterjemahkan oleh tim redaksi dari naskah fatwa-fatwa berbahasa Inggris, diedit dan dikoreksi oleh Abu Hamzah Al Atsary.

Sumber: Buletin Jum'at Al Wala` Wal Bara` Edisi ke-16 Tahun ke-1 / 04 April 2003 M / 01 Shafar 1424 H.