Shahih Al-Bukhari hadits nomor 52

٤٠ – بَابُ فَضۡلِ مَنِ اسۡتَبۡرَأَ لِدِينِهِ

40. Bab keutamaan orang yang menjaga kemurnian agamanya

٥٢ – حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ، عَنۡ عَامِرٍ قَالَ: سَمِعۡتُ النُّعۡمَانَ بۡنَ بَشِيرٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (الۡحَلَالُ بَيِّنٌ، وَالۡحَرَامُ بَيِّنٌ، وَبَيۡنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لَا يَعۡلَمُهَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الۡمُشَبَّهَاتِ اسۡتَبۡرَأَ لِدِينِهِ وَعِرۡضِهِ، وَمَنۡ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ: كَرَاعٍ يَرۡعَى حَوۡلَ الۡحِمَى، يُوشِكُ أَنۡ يُوَاقِعَهُ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا إِنَّ حِمَى اللهِ فِي أَرۡضِهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي الۡجَسَدِ مُضۡغَةً إِذَا صَلَحَتۡ صَلَحَ الۡجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتۡ فَسَدَ الۡجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الۡقَلۡبُ). [الحديث ٥٢ – طرفه في: ٢٠٥١].
52. Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami: Zakariyya` menceritakan kepada kami, dari 'Amir, beliau mengatakan: Aku mendengar An-Nu'man bin Basyir berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada hal-hal syubhat yang tidak diketahui kebanyakan manusia. Sehingga siapa saja yang berhati-hati dari hal-hal yang syubhat, maka berarti ia menjaga agama dan kehormatannya. Dan siapa saja yang terjatuh dalam hal-hal yang syubhat bagaikan seorang penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang dikhawatirkan nanti ia masuk ke dalamnya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap raja itu mempunyai daerah terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya daerah terlarang Allah di bumiNya adalah perkara-perkara yang haram. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka seluruh jasadnya akan baik. Apabila ia rusak, maka seluruh jasadnya akan rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.”