Shifat Shalat Nabi

Shalatlah kalian sebagaimana melihatku shalat!” [H.R. Al-Bukhari] Demikianlah perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat memberikan contoh kepada para sahabat. Berdasarkan hadis yang mulia ini, sebagian ulama menegaskan bahwa mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam seluruh gerakan shalat adalah wajib. Inilah yang menjadi latar belakang Syaikh Allamah Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menulis kitab ini. Tak heran, hadis ini pun terpampang pada sampul kitab yang fenomenal ini.

Memang, pengetahuan tentang tata cara shalat sangat penting. Betapa tidak, rukun kedua Islam ini tentu tidak bisa sembarangan ditunaikan. Seperti halnya ibadah lain, dipersyaratkan mutaba’ah, meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mutaba’ah inilah, yang dewasa ini susah didapati. Baik dalam ibadah secara umum, maupun ibadah shalat secara khusus. Itulah pentingnya kita mempelajari kitab ini: untuk kita sendiri amalkan, lalu kita dakwahkan di sekitar kita.

Shifatu Shalatin Nabiy minat Takbir ila Taslim ka-annaka Taraha demikianlah judul asli dari kitab tersebut. Kira-kira maknanya, “Deskripsi Mengenai Tata Cara Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mulai dari Takbir Hingga Salam, Seolah-olah Engkau Melihatnya”.

Dari judulnya, tergambar sudah isi dari kitab ini. Kitab yang menjadi referensi para ulama ini memang berisikan tentang fikih shalat. Mulai dari takbir sampai salam, seluruhnya. Tak hanya sebatas posisi shalatnya, bahkan gerakannya dan bacaannya beliau ulas secara mendetail.

Dan tak berlebihan sang penulis membubuhkan judul “Seolah-olah Engkau Melihatnya”. Karena, seluruh isi dari kitab ini didasarkan pada hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadis tersebut, baik berupa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung, atau berupa penuturan para sahabat yang melihat langsung tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, seolah-olah dengan membaca dan meresapi kitab ini, kita telah melihat sendiri tata cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat. Demikianlah istimewanya kitab yang satu ini.

Tak hanya kandungan fikih saja yang terdapat di dalam kitab istimewa ini. Seperti halnya karya Sang Muhaddits lainnya, kitab ini sarat dengan faidah haditsiyah, pelajaran-pelajaran tentang ilmu hadis secara riwayah. Baik di dalam ilmu musthalah-nya, maupun ilmu rijal. Dan memang begitulah karakter seluruh karya Al Albani rahimahullah. Semuanya, tanpa kecuali, berdasar kepada telaah beliau yang mendalam terhadap hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di dalam cetakan baru, beliau menyebutkan banyak pelajaran-pelajaran ilmiah. Tidak hanya itu, terselip pula sedikit pelurusan dan konfirmasi mengenai kekeliruan cetakan terdahulu dikarenakan ketidakamanahan pihak percetakan. Ini semua, memberi kita pelajaran bahwa Sang Syaikh mengawal dan meneliti proses cetak buku ini. Agar keilmiahan kitab ini tetap terjaga, demikian pula supaya tidak disisipi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu semua beliau tuangkan di dalam bab Muqaddimah. Muqaddimah terbaru kitab ini tercetak menjadi 24 halaman. Dimulai halaman 3 hingga halaman 26.

Syaikh Muhaddits Al Albani rahimahullah menyusun kitab Shifatu Shalatin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tidak hanya satu versi. Untuk memenuhi setiap kalangan, beliau menulis kitab ini dengan tiga versi. Versi pertama adalah versi ringkas. Beliau beri judul Talkhis Shifati Shalatin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ringkasan Shifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Di dalam versi ini, Syaikh Al Albani rahimahullah hanya menyebutkan secara ringkas tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak menyebutkan hadis di dalam versi ini.

Versi yang kedua, adalah kitab yang sedang kita bahas. Yang kedua ini sering dikenal dengan kitab Matan Shifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Versi yang ketiga, versi meluas. Beliau beri judul versi kitab ini dengan nama “Ashlu Shifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Kitab ini bisa kita sebut sebagai penjelasan dari kitab versi kedua, walaupun sebetulnya justru ini asalnya. Di dalam kitab ini, beliau menguak takhrij hadis di dalam kitab ini secara lengkap. Beliau sebutkan jalan hadis, perawi hadis, dan tak ketinggalan, pelurusan hal-hal yang keliru dari hadis-hadis tersebut. Tak tanggung-tanggung, tiga jilid tebal pun tercetak untuk menyelesaikan penjelasan kitab ini.

Nah pembaca, demikianlah keistimewaan kitab ini. Seorang ulama sekaliber Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pun pernah memberikan sanjungan kepada kitab ini secara khusus, “Ini adalah kitab yang bagus dan berfaedah. Syaikh Al Albani rahimahullah yang menyusunnya. Beliau adalah seorang yang berilmu tinggi dan mulia. Kitabnya bagus sekali di dalam menghidupkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjelaskan yang shahih dan dha’if. Beliau pantas untuk diberi ucapan terima kasih atas jasanya. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan melipatgandakan pahalanya.” Begitulah sanjungan dari Syaikh Ibnu Baz terhadap kitab ini secara khusus, dan kepada karya Syaikh Al Albani rahimahullah secara umum. Jadi, masih tersisa ragu tentang kualitas kitab ini? Kami yakin tidak.

Sumber: Majalah Qudwah edisi 27 vol. 3 1436 H/ 2015 M rubrik Maktabah. Pemateri: Ustadz Abu Yusuf Abdirrahman.