Shahih Al-Bukhari hadits nomor 34

٣٤ – حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بۡنُ عُقۡبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مُرَّةَ، عَنۡ مَسۡرُوقٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عَمۡرٍو: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (أَرۡبَعٌ مَنۡ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنۡ كَانَتۡ فِيهِ خَصۡلَةٌ مِنۡهُنَّ كَانَتۡ فِيهِ خَصۡلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤۡتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ).
تَابَعَهُ شُعۡبَةُ عَنِ الۡأَعۡمَشِ. [الحديث ٣٤ – طرفاه في: ٢٤٥٩، ٣١٧٨].
34. Qabishah bin ‘Uqbah telah menceritakan kepada kami, beliau mengatakan: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari ‘Abdullah bin Murrah, dari Masruq, dari ‘Abdullah bin ‘Amr: Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Empat perangai, siapa saja yang memiliki keempat perangai ini, maka ia adalah seorang munafik tulen. Dan siapa saja yang memiliki satu perangai di antaranya, maka pada dirinya ada satu perangai kemunafikan sampai ia meninggalkannya. Yaitu: Apabila dipercaya, berkhianat; apabila bercerita, dusta; apabila berjanji, mengingkari; dan apabila bertengkar, ia berbuat jahat.”
Hadis ini dikuatkan oleh Syu’bah dari Al-A’masy.