Shahih Al-Bukhari hadits nomor 6697

٢٩ – بَابٌ إِذَا نَذَرَ، أَوۡ حَلَفَ أَنۡ لَا يُكَلِّمَ إِنۡسَانًا فِي الۡجَاهِلِيَّةِ، ثُمَّ أَسۡلَمَ
29. Bab apabila bernazar atau bersumpah tidak berbicara dengan seorang pun pada masa jahiliah kemudian masuk Islam

٦٦٩٧ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الۡحَسَنِ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عُمَرَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ: أَنَّ عُمَرَ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي نَذَرۡتُ فِي الۡجَاهِلِيَّةِ أَنۡ أَعۡتَكِفَ لَيۡلَةً فِي الۡمَسۡجِدِ الۡحَرَامِ؟ قَالَ: (أَوۡفِ بِنَذۡرِكَ). [طرفه في: ٢٠٣٢].
6697. Muhammad bin Muqatil Abul Hasan telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: ‘Ubaidullah bin ‘Umar mengabarkan kepada kami, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar: Bahwa ‘Umar mengatakan: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah bernazar di masa jahiliah untuk iktikaf selama satu malam di Masjidil Haram. Beliau bersabda, “Penuhilah nazarmu.”