Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1806 dan 1807

١ – بَابُ الۡمُحۡصَرِ وَجَزَاءِ الصَّيۡدِ
1. Bab orang yang terhalang haji atau umrah dan tebusan binatang buruan

وَقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ﴾ [البقرة: ١٩٦]. وَقَالَ عَطَاءٌ: الۡاحۡصَارُ مِنۡ كُلِّ شَيۡءٍ يَحۡبِسُهُ. قَالَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ: ﴿حَصُورًا﴾ [آل عمران: ٣٩] لَا يَأۡتِي النِّسَاءَ.
Dan firman Allah taala, “Jika kalian terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) hewan kurban haji yang mudah didapat, dan jangan kalian mencukur kepala kalian, sebelum hewan kurban haji sampai di tempat penyembelihannya.” (QS. Al-Baqarah: 196). ‘Atha` mengatakan: ihshar disebabkan oleh segala sesuatu yang menghalanginya. Abu ‘Abdullah berkata: Hashura (QS. Ali’ Imran: 39) (menahan diri) tidak mendatangi para wanita.

٢ – بَابٌ إِذَا أُحۡصِرَ الۡمُعۡتَمِرُ
2. Bab apabila seseorang yang berumrah terhalangi

١٨٠٦ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، حِينَ خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ مُعۡتَمِرًا فِي الۡفِتۡنَةِ، قَالَ: إِنۡ صُدِدۡتُ عَنِ الۡبَيۡتِ صَنَعۡتُ كَمَا صَنَعۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ. فَأَهَلَّ بِعُمۡرَةٍ، مِنۡ أَجۡلِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ أَهَلَّ بِعُمۡرَةٍ عَامَ الۡحُدَيۡبِيَةِ. [طرفه في: ١٦٣٩].
1806. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami, dari Nafi’: Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ketika hendak keluar menuju Makkah dalam rangka umrah pada masa ujian (Al-Hajjaj memerangi Ibnuz Zubair), beliau berkata: Apabila aku dihalangi dari Kakbah, aku akan melakukan sebagaimana yang dahulu kami lakukan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun memulai ihram untuk umrah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu memulai ihram untuk umrah pada tahun Hudaibiyah.
١٨٠٧ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ أَسۡمَاءَ: حَدَّثَنَا جُوَيۡرِيَةُ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ عُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ، وَسَالِمَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّهُمَا كَلَّمَا عَبۡدَ اللهِ بۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، لَيَالِيَ نَزَلَ الۡجَيۡشُ بِابۡنِ الزُّبَيۡرِ، فَقَالَا: لَا يَضُرُّكَ أَنۡ لَا تَحُجَّ الۡعَامَ، وَإِنَّا نَخَافُ أَنۡ يُحَالَ بَيۡنَكَ وَبَيۡنَ الۡبَيۡتِ، فَقَالَ: خَرَجۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَحَالَ كُفَّارُ قُرَيۡشٍ دُونَ الۡبَيۡتِ، فَنَحَرَ النَّبِيُّ ﷺ هَدۡيَهُ وَحَلَقَ رَأۡسَهُ، وَأُشۡهِدُكُمۡ أَنِّي قَدۡ أَوۡجَبۡتُ الۡعُمۡرَةَ إِنۡ شَاءَ اللهُ، أَنۡطَلِقُ، فَإِنۡ خُلِّيَ بَيۡنِي وَبَيۡنَ الۡبَيۡتِ طُفۡتُ، وَإِنۡ حِيلَ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُ، فَعَلۡتُ كَمَا فَعَلَ النَّبِيُّ ﷺ وَأَنَا مَعَهُ. فَأَهَلَّ بِالۡعُمۡرَةِ مِنۡ ذِي الۡحُلَيۡفَةِ، ثُمَّ سَارَ سَاعَةً، ثُمَّ قَالَ: إِنَّمَا شَأۡنُهُمَا وَاحِدٌ، أُشۡهِدُكُمۡ أَنِّي قَدۡ أَوۡجَبۡتُ حَجَّةً مَعَ عُمۡرَتِي، فَلَمۡ يَحِلَّ مِنۡهُمَا حَتَّى حَلَّ يَوۡمَ النَّحۡرِ وَأَهۡدَى، وَكَانَ يَقُولُ: لَا يَحِلُّ حَتَّى يَطُوفُ طَوَافًا وَاحِدًا يَوۡمَ يَدۡخُلُ مَكَّةَ. [طرفه في: ١٦٣٩].
1807. ‘Abdullah bin Muhammad bin Asma` telah menceritakan kepada kami: Juwairiyah menceritakan kepada kami, dari Nafi’: Bahwa ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah dan Salim bin ‘Abdullah mengabarkan kepadanya: Bahwa keduanya berbicara kepada ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma pada malam-malam pasukan menyerbu Ibnuz Zubair. Keduanya mengatakan: Tidak masalah engkau tidak haji tahun ini, kami takut engkau akan dihalangi dari Kakbah. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: Kami dahulu keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kaum kafir Quraisy menghalangi kami sebelum Kakbah. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih hewan kurban hajinya dan menggundul kepalanya. Aku mempersaksikan kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan umrah. Jika Allah menghendaki, aku berangkat. Apabila aku tidak terhalangi dari Kakbah, aku akan tawaf. Dan apabila aku terhalang dari Kakbah, aku akan berbuat sebagaimana yang diperbuat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika aku bersama beliau. ‘Abdullah bin ‘Umar pun memulai ihram untuk umrah dari Dzul Hulaifah, kemudian beliau berjalan sesaat lalu mengatakan: Pelaksanaan haji dan umrah adalah sama, aku mempersaksikan kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan haji bersama umrahku. Maka beliau tidak tahalul dari keduanya sampai tahalul pada hari nahar dan telah menyembelih kurban haji. Beliau mengatakan: Tidak tahalul sampai dia tawaf satu kali pada hari dia masuk Makkah (tawaf ifadhah).