Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1817 dan 1818

٩ – بَابٌ النُّسُكُ شَاةٌ
9. Bab nusuk adalah seekor kambing

١٨١٧ – حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ: حَدَّثَنَا رَوۡحٌ: حَدَّثَنَا شِبۡلٌ، عَنِ ابۡنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ أَبِي لَيۡلَى، عَنۡ كَعۡبِ بۡنِ عُجۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ رَآهُ وَإِنَّهُ يَسۡقُطُ عَلَى وَجۡهِهِ الۡقَمۡلُ، فَقَالَ: (أَيُؤۡذِيكَ هَوَامُّكَ؟) قَالَ: نَعَمۡ، فَأَمَرَهُ أَنۡ يَحۡلِقَ وَهُوَ بِالۡحُدَيۡبِيَةِ، وَلَمۡ يَتَبَيَّنۡ لَهُمۡ أَنَّهُمۡ يَحِلُّونَ بِهَا، وَهُمۡ عَلَى طَمَعٍ أَنۡ يَدۡخُلُوا مَكَّةَ، فَأَنۡزَلَ اللهُ الۡفِدۡيَةَ، فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ يُطۡعِمَ فَرَقًا بَيۡنَ سِتَّةٍ، أَوۡ يُهۡدِيَ شَاةً، أَوۡ يَصُومَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ. [طرفه في: ١٨١٤].
1817. Ishaq telah menceritakan kepada kami: Rauh menceritakan kepada kami: Syibl menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, beliau berkata: ‘Abdurrahman bin Abu Laila menceritakan kepadaku, dari Ka’b bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Ka’b dalam keadaan kutu berjatuhan ke wajahnya. Beliau bersabda, “Apakah kutu-kutumu itu mengganggumu?” Dia berkata: Ya. Lalu Nabi memerintahkan Ka’b untuk menggundul dan beliau berada di Hudaibiyah. Waktu itu mereka belum mengetahui bahwa mereka akan tahalul di situ dan mereka masih ingin dapat memasuki Makkah. Lalu, Allah menurunkan ayat fidiah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk memberi makan satu faraq (tiga sha’) untuk enam orang miskin
١٨١٨ – وَعَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا وَرۡقَاءُ، عَنِ ابۡنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ أَبِي لَيۡلَى، عَنۡ كَعۡبِ بۡنِ عُجۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ رَآهُ وَقَمۡلُهُ يَسۡقُطُ عَلَى وَجۡهِهِ: مِثۡلَهُ. [طرفه في: ١٨١٤].
1818. Dan dari Muhammad bin Yusuf: Warqa` menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Najih, dari Mujahid: ‘Abdurrahman bin Abu Laila mengabarkan kepada kami, dari Ka’b bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya dalam keadaan kutunya jatuh ke wajahnya: semisal hadis tersebut.