Shahih Muslim hadits nomor 1110

٧٩ – (١١١٠) – حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ بۡنُ أَيُّوبَ وَقُتَيۡبَةُ بۡنُ وَابۡنُ حُجۡرٍ. قَالَ ابۡنُ أَيُّوبَ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ جَعۡفَرٍ: أَخۡبَرَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ – وَهُوَ ابۡنُ مَعۡمَرِ بۡنِ حَزۡمٍ الۡأَنۡصَارِيُّ أَبُو طُوَالَةَ – أَنَّ أَبَا يُونُسَ مَوۡلَىٰ عَائِشَةَ أَخۡبَرَهُ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا؛ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَىٰ النَّبِيِّ ﷺ يَسۡتَفۡتِيهِ، وَهِيَ تَسۡمَعُ مِنۡ وَرَاءِ الۡبَابِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، تُدۡرِكُنِي الصَّلَاةُ وَأَنَا جُنُبٌ، أَفَأَصُومُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (وَأَنَا تُدۡرِكُنِي الصَّلَاةُ وَأَنَا جُنُبٌ، فَأَصُومُ) فَقَالَ: لَسۡتَ مِثۡلَنَا يَا رَسُولَ اللهِ، قَدۡ غَفَرَ اللهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ. فَقَالَ: (وَاللهِ، إِنِّي لَأَرۡجُو أَنۡ أَكُونَ أَخۡشَاكُمۡ لِلهِ، وَأَعۡلَمَكُمۡ بِمَا أَتَّقِي).
79. (1110). Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hujr telah menceritakan kepada kami. Ibnu Ayyub mengatakan: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman bin Ma’mar bin Hazm Al-Anshari Abu Thuwalah mengabarkan kepadaku: Bahwa Abu Yunus maula ‘Aisyah mengabarkan kepadanya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha; Bahwa seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta fatwa beliau dalam keadaan ‘Aisyah mendengar dari belakang pintu. Orang itu berkata: Wahai Rasulullah, aku mendapati masuk waktu salat subuh dalam keadaan junub, apakah aku boleh berpuasa? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku pun pernah mendapati sudah masuk waktu salat subuh dalam keadaan junub, lalu aku berpuasa.” Orang itu berkata: Engkau tidak seperti kami, wahai Rasulullah. Allah telah mengampuni dosamu yang dahulu dan yang akan datang. Nabi bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku berharap menjadi orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling berilmu terhadap apa yang aku jauhi.”