Shahih Al-Bukhari hadits nomor 960 dan 961

٩٦٠ – وَأَخۡبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ، وَعَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ قَالَا: لَمۡ يَكُنۡ يُؤَذَّنُ يَوۡمَ الۡفِطۡرِ وَلَا يَوۡمَ الۡأَضۡحَى.
960. ‘Atha` telah mengabarkan kepadaku, dari Ibnu ‘Abbas dan dari Jabir bin ‘Abdullah, keduanya mengatakan: Tidak dilakukan azan di hari Idulfitri dan tidak pula di hari Iduladha.
٩٦١ – وَعَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: سَمِعۡتُهُ يَقُولُ: إِنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَامَ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ، ثُمَّ خَطَبَ النَّاسَ بَعۡدُ، فَلَمَّا فَرَغَ نَبِيُّ اللهِ ﷺ نَزَلَ، فَأَتَى النِّسَاءَ فَذَكَّرَهُنَّ، وَهُوَ يَتَوَكَّأُ عَلَى يَدِ بِلَالٍ، وَبِلَالٌ بَاسِطٌ ثَوۡبَهُ، يُلۡقِي فِيهِ النِّسَاءُ صَدَقَةً، قُلۡتُ لِعَطَاءٍ: أَتَرَى حَقًّا عَلَى الۡإِمَامِ الۡآنَ أَنۡ يَأۡتِيَ النِّسَاءَ فَيُذَكِّرَهُنَّ حِينَ يَفۡرُغُ؟ قَالَ: إِنَّ ذٰلِكَ لَحَقٌّ عَلَيۡهِمۡ، وَمَا لَهُمۡ أَنۡ لَا يَفۡعَلُوا؟
961. Dan dari Jabir bin ‘Abdullah, ‘Atha` berkata: Aku mendengar Jabir mengatakan: Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri memulai dengan salat kemudian berkhotbah kepada orang-orang setelahnya. Selesai khotbah, Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam pindah mendatangi para wanita dan memberi peringatan kepada mereka dalam keadaan beliau bertopang pada tangan Bilal. Bilal membentangkan pakaiannya agar para wanita bisa melemparkan sedekah ke dalam pakaiannya. Aku (Ibnu Juraij) bertanya kepada ‘Atha`: Apakah pendapatmu wajib bagi imam pada saat sekarang ini untuk datang kepada para wanita lalu memberi peringatan kepada mereka ketika selesai khotbah? ‘Atha` menjawab: Sesungguhnya hal itu benar-benar merupakan kewajiban bagi mereka, lalu mengapa mereka tidak mengerjakannya?