Shahih Muslim hadits nomor 1206

١٤ – بَابُ مَا يُفۡعَلُ بِالۡمُحۡرِمِ إِذَا مَاتَ
14. Bab yang diperbuat kepada orang yang sedang ihram apabila meninggal

٩٣ – (١٢٠٦) – حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ بۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. خَرَّ رَجُلٌ مِنۡ بَعِيرِهِ، فَوُقِصَ، فَمَاتَ. فَقَالَ: (اغۡسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوۡبَيۡهِ، وَلَا تُخَمِّرُوا رَأۡسَهُ، فَإِنَّ اللهَ يَبۡعَثُهُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّيًا).
[البخاري: كتاب الجنائز، باب كيف يكفن المحرم، رقم: ١٢٦٨].
93. (1206). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Sufyan bin ‘Uyainah menceritakan kepada kami, dari ‘Amr, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada seseorang jatuh dari untanya lalu meninggal. Nabi bersabda, “Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, kafanilah ia dengan dua kainnya, dan janganlah kerudungi kepalanya! Karena Allah membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiah.”
٩٤ – (...) – وَحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهۡرَانِيُّ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ وَأَيُّوبَ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: بَيۡنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ بِعَرَفَةَ، إِذۡ وَقَعَ مِنۡ رَاحِلَتِهِ، قَالَ أَيُّوبُ: فَأَوۡقَصَتۡهُ – أَوۡ قَالَ: فَأَقۡعَصَتۡهُ – وَقَالَ عَمۡرٌو: فَوَقَصَتۡهُ. فَذُكِرَ ذٰلِكَ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: (اغۡسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوۡبَيۡنِ، وَلَا تُحَنِّطُوهُ، وَلَا تُخَمِّرُوا رَأۡسَهُ، - قَالَ أَيُّوبُ – فَإِنَّ اللهَ يَبۡعَثُهُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّيًا، - وَقَالَ عَمۡرٌو – فَإِنَّ اللهَ يَبۡعَثُهُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ يُلَبِّي).
[البخاري: كتاب الجنائز، باب الكفن في ثوبين، رقم: ١٢٦٥].
94. Abur Rabi’ Az-Zahrani telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami, dari ‘Amr bin Dinar dan Ayyub, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Ketika seseorang sedang wukuf bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Arafah, tiba-tiba dia jatuh dari tunggangannya. Ayyub berkata: Lalu tunggangannya menyebabkan lehernya patah –atau dia berkata: Lalu tunggangannya membunuhnya seketika itu- dan ‘Amr berkata: Lalu tunggangannya mematahkan lehernya. Hal itu disebutkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, “Mandikan ia dengan air dan daun bidara, kafanilah ia dengan dua kain, jangan diberi hanuth (wewangian khusus mayat), dan jangan kalian kerudungi kepalanya –Ayyub berkata- karena Allah membangkitkan ia pada hari kiamat sebagai orang yang bertalbiah. –‘Amr berkata- karena Allah membangkitkan ia pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiah.”
٩٥ – (...) – وَحَدَّثَنِيهِ عَمۡرٌو النَّاقِدُ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ أَيُّوبَ قَالَ: نُبِّئۡتُ عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ رَجُلًا كَانَ وَاقِفًا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَهُوَ مُحۡرِمٌ، فَذَكَرَ نَحۡوَ مَا ذَكَرَ حَمَّادٌ، عَنۡ أَيُّوبَ.
95. ‘Amr An-Naqid menceritakan hadis tersebut kepadaku: Isma’il bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dari Ayyub, beliau berkata: Aku diberitakan dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang pernah wukuf bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan ihram. Lalu beliau menyebutkan semisal yang disebutkan oleh Hammad dari Ayyub.
٩٦ – (...) – وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ خَشۡرَمٍ: أَخۡبَرَنَا عِيسَىٰ – يَعۡنِي ابۡنَ يُونُسَ – عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنِي عَمۡرُو بۡنُ دِينَارٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَقۡبَلَ رَجُلٌ حَرَامًا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فَخَرَّ مِنۡ بَعِيرِهِ فَوُقِصَ وَقۡصًا فَمَاتَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اغۡسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ وَأَلۡبِسُوهُ ثَوۡبَيۡهِ، وَلَا تُخَمِّرُوا رَأۡسَهُ، فَإِنَّهُ يَأۡتِي يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ يُلَبِّي).
96. ‘Ali bin Khasyram telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij: ‘Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Seseorang datang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan ihram. Lalu ia jatuh dari untanya sehingga lehernya patah seketika lalu meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian mandikanlah ia dengan air dan daun bidara! Pakaikan padanya dua buah kain dan jangan kerudungi kepalanya! Karena ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiah.”
٩٧ – (...) – وَحَدَّثَنَاهُ عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَكۡرٍ الۡبُرۡسَانِيُّ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنِي عَمۡرُو بۡنُ دِينَارٍ، أَنَّ سَعِيدَ بۡنَ جُبَيۡرٍ أَخۡبَرَهُ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَقۡبَلَ رَجُلٌ حَرَامٌ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ. بِمِثۡلِهِ، غَيۡرَ أَنَّهُ قَالَ: (فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّيًا).
وَزَادَ: لَمۡ يُسَمِّ سَعِيدُ بۡنُ جُبَيۡرٍ حَيۡثُ خَرَّ.
97. ‘Abd bin Humaid telah menceritakan hadis tersebut kepada kami: Muhammad bin Bakr Al-Bursani mengabarkan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: ‘Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, bahwa Sa’id bin Jubair mengabarkan kepadanya, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Seseorang yang berihram berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semisal hadis tersebut, hanya saja beliau mengatakan, “Karena ia akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang yang bertalbiah.”
Beliau menambahkan: Dan Sa’id bin Jubair tidak menerangkan tempat orang itu jatuh.
٩٨ – (...) – وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيۡبٍ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنۡ سُفۡيَانَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ رَجُلًا أَوۡقَصَتۡهُ رَاحِلَتُهُ، وَهُوَ مُحۡرِمٌ، فَمَاتَ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اغۡسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوۡبَيۡهِ، وَلَا تُخَمِّرُوا رَأۡسَهُ وَلَا وَجۡهَهُ، فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّيًا).
98. Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami: Waki’ menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari ‘Amr bin Dinar, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang dipatahkan lehernya oleh tunggangannya dalam keadaan ihram, lalu meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandikan dia dengan air dan daun bidara! Kafanilah dengan dua kain dan jangan kalian kerudungi kepala dan wajahnya! Karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiah.”
٩٩ – (...) – وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الصَّبَّاحِ: حَدَّثَنَا هُشَيۡمٌ: أَخۡبَرَنَا أَبُو بِشۡرٍ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا. (ح) وَحَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ يَحۡيَىٰ – وَاللَّفۡظُ لَهُ -: أَخۡبَرَنَا هُشَيۡمٌ، عَنۡ أَبِي بِشۡرٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ رَجُلًا كَانَ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ مُحۡرِمًا فَوَقَصَتۡهُ نَاقَتُهُ، فَمَاتَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اغۡسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوۡبَيۡهِ، وَلَا تَمِسُّوهُ بِطِيبٍ، وَلَا تُخَمِّرُوا رَأۡسَهُ، فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّدًا).
[البخاري: كتاب الجنائز، باب كيف يكفن المحرم، رقم: ١٢٦٧].
99. Muhammad ibnush Shabbah telah menceritakan kepada kami: Husyaim menceritakan kepada kami: Abu Bisyr mengabarkan kepada kami: Sa’id bin Jubair menceritakan kepada kami, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. (Dalam riwayat lain) Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami –dan redaksi hadis ini milik beliau-: Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Abu Bisyr, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan ihram. Lalu untanya mematahkan lehernya sehingga ia meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandikan dia dengan air dan daun bidara! Kafanilah dia dengan dua kain, jangan olesi dengan wewangian, dan jangan kerudungi kepalanya! Karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan merekatkan rambutnya (agar tidak kusut).”
١٠٠ – (...) – وَحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيۡلُ بۡنُ حُسَيۡنٍ الۡجَحۡدَرِيُّ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنۡ أَبِي بِشۡرٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، أَنَّ رَجُلًا وَقَصَهُ بَعِيرُهُ وَهُوَ مُحۡرِمٌ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ يُغۡسَلَ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَلَا يُمَسَّ طِيبًا، وَلَا يُخَمَّرَ رَأۡسُهُ، فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّدًا.
100. Abu Kamil Fudhail bin Husain Al-Jahdari telah menceritakan kepadaku: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami, dari Abu Bisyr, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang dipatahkan lehernya oleh untanya dalam keadaan ihram bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar dia dimandikan dengan air dan daun bidara, tidak diberi wewangian, dan tidak dikerudungi kepalanya. Karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan merekatkan rambutnya.
١٠١ – (...) – وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ وَأَبُو بَكۡرِ بۡنُ نَافِعٍ. قَالَ ابۡنُ نَافِعٍ: أَخۡبَرَنَا غُنۡدَرٌ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ قَالَ: سَمِعۡتُ أَبَا بِشۡرٍ يُحَدِّثُ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابۡنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا يُحَدِّثُ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ ﷺ وَهُوَ مُحۡرِمٌ، فَوَقَعَ مِنۡ نَاقَتِهِ فَأَقۡعَصَتۡهُ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يُغۡسَلَ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَأَنۡ يُكَفَّنَ فِي ثَوۡبَيۡنِ، وَلَا يُمَسَّ طِيبًا خَارِجٌ رَأۡسُهُ.
قَالَ شُعۡبَةُ: ثُمَّ حَدَّثَنِي بِهِ بَعۡدَ ذٰلِكَ: خَارِجٌ رَأۡسُهُ وَوَجۡهُهُ، فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ مُلَبِّدًا.
101. Muhammad bin Basysyar dan Abu Bakr bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami. Ibnu Nafi’ berkata: Ghundar mengabarkan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Aku mendengar Abu Bisyr menceritakan dari Sa’id bin Jubair, bahwa beliau mendengar Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan, bahwa seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan ihram. Dia jatuh dari untanya sehingga untanya menyebabkan kematiannya seketika itu juga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar dia dimandikan dengan air dan daun bidara, dikafani dengan dua kain, jangan diberi wewangian, dan kepalanya tidak ditutupi.
Syu’bah berkata: Kemudian beliau menceritakan hadis tersebut kepadaku setelah itu: Kepala dan wajahnya tidak ditutupi karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan merekatkan rambut.
١٠٢ – (...) – حَدَّثَنَا هَارُونُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا الۡأَسۡوَدُ بۡنُ عَامِرٍ، عَنۡ زُهَيۡرٍ، عَنۡ أَبِي الزُّبَيۡرِ قَالَ: سَمِعۡتُ سَعِيدَ بۡنَ جُبَيۡرٍ يَقُولُ: قَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: وَقَصَتۡ رَجُلًا رَاحِلَتُهُ، وَهُوَ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَأَمَرَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ يَغۡسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدۡرٍ، وَأَنۡ يَكۡشِفُوا وَجۡهَهُ – حَسِبۡتُهُ قَالَ -: وَرَأۡسَهُ، فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ وَهُوَ يُهِلُّ.
102. Harun bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Al-Aswad bin ‘Amir menceritakan kepada kami, dari Zuhair, dari Abuz Zubair, beliau berkata: Aku mendengar Sa’id bin Jubair berkata: Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: Ada seseorang yang dipatahkan lehernya oleh tunggangannya ketika dia bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar mereka memandikannya dengan air dan daun bidara dan menyingkap bagian wajah –aku mengira beliau berkata:- dan kepalanya karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan berihram.
١٠٣ – (...) – وَحَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: أَخۡبَرَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ مُوسَىٰ: حَدَّثَنَا إِسۡرَائِيلُ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كَانَ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ رَجُلٌ فَوَقَصَتۡهُ نَاقَتُهُ، فَمَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (اغۡسِلُوهُ وَلَا تُقَرِّبُوهُ طِيبًا، وَلَا تُغطُّوا وَجۡهَهُ، فَإِنَّهُ يُبۡعَثُ يُلَبِّي).
103. ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami: Israil menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Dahulu, ada seseorang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu untanya mematahkan lehernya sehingga dia meninggal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandikanlah ia dan jangan dekatkan wewangian kepadanya! Jangan tutup bagian wajahnya! Karena dia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiah.”