Shahih Al-Bukhari hadits nomor 67

١٠ – بَابُ قَوۡلِ النَّبِيِّ ﷺ: (رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوۡعَى مِنۡ سَامِعٍ)
10. Bab sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Terkadang orang yang diberi kabar lebih paham daripada orang yang mendengar langsung”

٦٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا بِشۡرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عَوۡنٍ، عَنِ ابۡنِ سِيرِينَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ أَبِي بَكۡرَةَ، عَنۡ أَبِيهِ ذَكَرَ النَّبِيَّ ﷺ قَعَدَ عَلَى بَعِيرِهِ، وَأَمۡسَكَ إِنۡسَانٌ بِخِطَامِهِ، أَوۡ بِزِمَامِهِ قَالَ: (أَيُّ يَوۡمٍ هٰذَا؟) فَسَكَتۡنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ سِوَى اسۡمِهِ، قَالَ: (أَلَيۡسَ يَوۡمَ النَّحۡرِ؟!) قُلۡنَا: بَلَى. قَالَ: (فَأَىُّ شَهۡرٍ هٰذَا؟) فَسَكَتۡنَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيۡرِ اسۡمِهِ، فَقَالَ: (أَلَيۡسَ بِذِي الۡحِجَّةِ؟!) قُلۡنَا: بَلَى. قَالَ: (فَإِنَّ دِمَاءَكُمۡ، وَأَمۡوَالَكُمۡ، وَأَعۡرَاضَكُمۡ بَيۡنَكُمۡ حَرَامٌ، كَحُرۡمَةِ يَوۡمِكُمۡ هٰذَا، فِي شَهۡرِكُمۡ هٰذَا، فِي بَلَدِكُمۡ هٰذَا، لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الۡغَائِبَ، فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنۡ يُبَلِّغَ مَنۡ هُوَ أَوۡعَى لَهُ مِنۡهُ).
[الحديث ٦٧ – أطرافه في: ١٠٥، ١٧٤١، ٣١٩٧، ٤٤٠٦، ٤٦٦٢، ٥٥٥٠، ٧٠٧٨، ٧٤٤٧].
67. Musaddad telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Bisyr menceritakan kepada kami, beliau berkata: Ibnu ‘Aun menceritakan kepada kami, dari Ibnu Sirin, dari ‘Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari ayahnya. Beliau menyebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah duduk di atas untanya dalam keadaan orang-orang memengang tali kekang beliau. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Kami diam sampai-sampai kami mengira beliau akan menamakannya dengan nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah ini hari nahar?!” Kami menjawab: Benar. Beliau bertanya, “Bulan apa ini?” Kami diam sampai-sampai kami mengira bahwa beliau akan menamakannya dengan nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah ini bulan Zulhijah?!” Kami menjawab: Benar. Beliau bersabda, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian di antara kalian adalah haram untuk dilanggar, seperti kesucian hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini. Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, karena orang yang hadir bisa jadi menyampaikan kepada orang yang lebih bisa memahami daripada dia.”