Shahih Muslim hadits nomor 1367

٤٦٤ - (١٣٦٧) - حَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ هَارُونَ: أَخۡبَرَنَا عَاصِمٌ الۡأَحۡوَلُ قَالَ: سَأَلۡتُ أَنَسًا: أَحَرَّمَ رَسُولُ اللهِ ﷺ الۡمَدِينَةَ؟ قَالَ: نَعَمۡ، هِيَ حَرَامٌ، لَا يُخۡتَلَىٰ خَلَاهَا، فَمَنۡ فَعَلَ ذٰلِكَ فَعَلَيۡهِ لَعۡنَةُ اللهِ وَالۡمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجۡمَعِينَ.
464. (1367). Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami: ‘Ashim Al-Ahwal mengabarkan kepada kami, beliau berkata: Aku bertanya kepada Anas: Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjadikan Madinah sebagai tanah suci? Anas menjawab: Iya, Madinah adalah tanah suci. Rumputnya tidak boleh dipotong. Siapa saja yang melakukan hal itu, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya.