Syarh Al-Ajurrumiyyah - Huruf-huruf Sumpah

حُرُوفُ الۡقَسَمِ:
Huruf-huruf sumpah:
قَوۡلُهُ: (وَحُرُوفُ الۡقَسَمِ وَهِيَ: الۡوَاوُ، وَالۡبَاءُ، وَالتَّاءُ).
وَقَوۡلُهُ: (وَحُرُوفُ الۡقَسَمِ)؛ إِذَا وَجَدۡتَ كَلِمَةً دَخَلَ عَلَيۡهَا أَحَدُ حُرُوفِ الۡقَسَمِ فَهِيَ اسۡمٌ، وَحُرُوفُ الۡقَسَمِ تَجُرُّ، فَهِيَ مِنۡ حُرُوفِ الۡخَفۡضِ، وَهِيَ (الۡوَاوُ، وَالۡبَاءُ، وَالتَّاءُ).
Ucapan mualif, “Dan huruf-huruf sumpah, yaitu: huruf wawu, ba, dan ta.”
Ucapan mualif, “Dan huruf-huruf sumpah.” Jika engkau mendapati suatu kata yang diawali oleh salah satu dari huruf-huruf sumpah, maka kata tersebut adalah isim. Dan huruf sumpah men-jar­r-kan. Jadi huruf sumpah termasuk huruf khafdh. Huruf-huruf sumpah adalah huruf wawu, ba, dan ta.
قَوۡلُهُ: (الۡوَاوُ)؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَالۡفَجۡرِ ۝١ وَلَيَالٍ عَشۡرٍ﴾ [الفجر: ١-٢]؛ (الۡفَجۡرِ) اسۡمٌ؛ لِأَنَّهُ دَخَلَ عَلَيۡهِ حَرۡفُ الۡقَسَمِ، وَفِيهِ عَلَامَةٌ ثَانِيَةٌ، وَهِيَ الۡأَلِفُ وَاللَّامُ، وَفِيهَا ثَالِثَةٌ، وَهِيَ الۡخَفۡضُ.
Ucapan mualif, “Huruf wawu.” Allah taala berfirman, “وَالۡفَجۡرِ ۝١ وَلَيَالٍ عَشۡرٍ (Demi fajar, dan malam yang sepuluh).” (QS. Al-Fajr: 1-2). الۡفَجۡرِ adalah isim karena diawali oleh huruf sumpah. Padanya ada tanda kedua, yaitu huruf alif lam. Ada pula tanda ketiga yaitu khafdh.
وَقَوۡلُهُ: (وَالۡبَاءُ)؛ قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿قُلۡ أَبِاللهِ وَءَايَٰتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ﴾ [التوبة: ٦٥]، (الله) لَفۡظُ الۡجَلَالَةِ اسۡمٌ، لِأَنَّهُ دَخَلَ عَلَيۡهِ حَرۡفُ خَفۡضٍ، ﴿وَأَقۡسَمُوا بِاللهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ﴾ [الأنعام: ١٠٩]، الۡبَاءُ هُنَا حَرۡفُ قَسَمٍ، وَ(الله): لَفۡظُ الۡجَلَالَةِ اسۡمٌ؛ فِيهِ مِنۡ عَلَامَاتِ الۡأَسۡمَاءِ: دُخُولُ حَرۡفِ الۡقَسَمِ عَلَيۡهِ، وَالۡخَفۡضُ، وَالۡأَلِفُ وَاللَّامُ.
Ucapan mualif, “Huruf ba.” Allah taala berfirman, “قُلۡ أَبِاللهِ وَءَايَٰتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ (Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?)” (QS. At-Taubah: 65). الله lafzhul jalalah adalah isim karena diawali oleh huruf khafdh. “وَأَقۡسَمُوا بِاللهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ (Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan).” (QS. Al-An’am: 109). Huruf ba di sini adalah huruf sumpah dan الله lafzhul jalalah adalah isim. Padanya ada sebagian tanda-tanda isim, yaitu: diawali oleh huruf sumpah, khafdh, dan huruf alif lam.
وَ(التَّاءُ) قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَتَاللهِ لَأَكِيدَنَّ أَصۡنَٰمَكُم﴾ [الأنبياء: ٥٧]، (اللهِ) لَفۡظُ الۡجَلَالَةِ اسۡمٌ؛ لِأَنَّ فِيهِ مِنۡ عَلَامَاتِ الۡاسۡمِ: دُخُولَ حَرۡفِ الۡقَسَمِ عَلَيۡهِ، وَالۡأَلِفَ وَاللَّامَ، وَالۡخَفۡضَ.
Huruf ta. Allah taala berfirman, “وَتَاللهِ لَأَكِيدَنَّ أَصۡنَٰمَكُم (Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhala kalian).” (QS. Al-Anbiya`: 57). الله lafzhul jalalah adalah isim karena padanya ada sebagian tanda-tanda isim, yaitu: diawali oleh huruf sumpah, huruf alif lam, dan khafdh.
وَإِذَا أَضَفۡنَا حُرُوفَ الۡقَسَمِ الثَّلَاثَةَ إِلَى حُرُوفِ الۡخَفۡضِ التِّسۡعَةِ، صَارَ الۡجَمِيعُ اثۡنَي عَشَرَ حَرۡفًا، كُلُّهَا تَخۡفِضُ.
قَوۡلُهُ: (الۡبَاءُ): ذَكَرَهَا الۡمُؤَلِّفُ –رَحِمَهُ اللهُ- فِي حُرُوفِ الۡخَفۡضِ، وَفِي حُرُوفِ الۡقَسَمِ، فَهِيَ إِذَنۡ تَكُونُ مُشۡتَرَكَةً بَيۡنَ حُرُوفِ الۡخَفۡضِ، وَحُرُوفِ الۡقَسَمِ.
Jika kita tambahkan huruf-huruf sumpah yang tiga ini kepada huruf-huruf khafdh yang sembilan, maka seluruhnya menjadi dua belas huruf. Semuanya meng-khafdh-kan.
Ucapan mualif, “Huruf ba”: Mualif rahimahullah menyebutkannya di huruf khafdh dan di huruf sumpah. Sehingga huruf ba ini sama-sama bisa menjadi huruf khafdh atau huruf sumpah.
انۡتَهَى الۡكَلَامُ عَنِ الۡاسۡمِ، فَصَارَ الۡاسۡمُ يُعۡرَفُ بِأَرۡبَعِ عَلَامَاتٍ: الۡخَفۡضُ، وَالتَّنۡوِينُ، وَدُخُولُ الۡأَلِفِ وَاللَّامِ، وَحُرُوفُ الۡخَفۡضِ، يَعۡنِي: أَنَّ كُلَّ كَلِمَةٍ تَجِدُ فِيهَا وَاحِدَةً مِنۡ هَٰذِهِ الۡعَلَامَاتِ فَهِيَ اسۡمٌ، وَرُبَمَا يَجۡتَمِعُ فِيهَا عَلَامَتَانِ، وَرُبَمَا يَجۡتَمِعُ فِيهَا ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ، وَلَا يَجۡتَمِعُ فِيهَا أَرۡبَعُ عَلَامَاتٍ؛ لِأَنَّ التَّنۡوِينَ وَالۡأَلِفَ وَاللَّامَ لَا يَجۡتَمِعَانِ، وَاللهُ أَعۡلَمُ.
Selesai pembicaraan tentang isim. Jadi, isim dikenal dengan empat tanda: khafdh, tanwin, diawali oleh huruf alif lam, dan huruf khafdh. Yakni bahwa setiap kata yang didapati padanya ada satu dari tanda-tanda ini maka kata itu adalah isim. Kadang-kadang terkumpul dua tanda isim pada suatu isim. Terkadang terkumpul tiga tanda isim. Namun tidak bisa terkumpul empat tanda sekaligus karena tanwin dan huruf alif lam tidak bisa berkumpul. Wallahualam.
فَائِدَةٌ: تَكُونُ الۡأَلِفُ وَاللَّامُ شَمۡسِيَّةً وَقَمَرِيَّةً، فَإِنۡ أُدۡغِمَتۡ بِمَا بَعۡدَهَا فَهِيَ شَمۡشِيَّةٌ، وَإِنۡ أُظۡهِرَتۡ، فَهِيَ قَمَرِيَّةٌ، كَمَا نَقُولُ: (الشَّمۡسُ، الۡقَمَرُ)، فَتَجِدُ أَنَّ (أل) فِي (الشَّمۡس) مُدۡغَمَةٌ فِي الشِّينِ، لَا يَصِحُّ أَنۡ تَقُولَ: (الۡشَمۡس)، وَتَجِدُ اللَّامَ فِي الۡقَمَرِ ظَاهِرَةً لَمۡ تُدۡغَمۡ، وَلِهٰذَا لَا يَصِحُّ أَنۡ تَقُولَ: (القَّمَر)، فَإِنۡ أُدۡغِمَتۡ فِيمَا بَعۡدَهَا فَهِيَ شَمۡسِيَّةٌ، وَإِنۡ أُظۡهِرَتۡ فَهِيَ قَمَرِيَّةٌ، سُمِّيَتۡ شَمۡسِيَّةً، لِأَنَّ أَصۡلَهَا مِنَ الشَّمۡسِ يَعۡنِي: الۡأَصۡلَ الَّذِي جَعَلُوهُ أَصۡلًا فِي هَٰذَا الشَّمۡسُ، وَقَمَرِيَّةً، لِأَنَّ الۡأَصۡلَ الَّذِي جَعَلُوهُ فِي هَٰذَا الۡقَمَرُ.
Faedah: Huruf alif lam bisa syamsiah atau kamariah. Jika di-idgham (dilebur) kepada huruf setelahnya, berarti alif lam syamsiah. Dan jika di-izhhar (ditampakkan), berarti alif lam kamariah. Sebagaimana kita katakan, “الشَّمۡسُ (asy-syamsu), الۡقَمَرُ (al-qamaru).” Engkau dapati bahwa penyebutan alif lam pada asy-syamsu di-idgham ke huruf syin. Sehingga engkau tidak boleh mengatakan, “al-syamsu.” Engkau juga dapati bahwa huruf lam di al-qamar disebut secara jelas (izhhar) tidak di-idgham. Atas dasar ini, engkau tidak boleh berkata, “aq-qamar.” Jadi, jika alif lam di-idgham ke huruf setelahnya maka syamsiah dan jika di-izhhar maka kamariah. Dinamakan syamsiah karena asalnya dari asy-syams, yakni: asal yang mereka jadikan dasar dalam hal ini adalah kata asy-syams. Dinamakan kamariah karena dasar yang mereka jadikan dalam hal ini adalah kata al-qamar.