Sunan An-Nasa`i hadits nomor 2216 dan 2217

٢٢١٦ – (صحيح الإسناد) أَخۡبَرَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡحَسَنِ عَنۡ حَجَّاجٍ قَالَ: قَالَ ابۡنُ جُرَيۡجٍ أَخۡبَرَنِي عَطَاءٌ عَنۡ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (كُلُّ عَمَلِ ابۡنِ آدَمَ لَهُ؛ إِلَّا الصِّيَامَ؛ هُوَ لِي، وَأَنَا أَجۡزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ؛ إِذَا كَانَ يَوۡمُ صِيَامِ أَحَدِكُمۡ؛ فَلَا يَرۡفُثۡ، وَلَا يَصۡخَبۡ، فَإِنۡ شَاتَمَهُ أَحَدٌ، أَوۡ قَاتَلَهُ؛ فَلۡيَقُلۡ: إِنِّي صَائِمٌ، وَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ؛ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطۡيَبُ عِنۡدَ اللهِ - يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ - مِنۡ رِيحِ الۡمِسۡكِ؛ لِلصَّائِمِ فَرۡحَتَانِ يَفۡرَحُهُمَا؛ إِذَا أَفۡطَرَ فَرِحَ بِفِطۡرِهِ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ -عَزَّ وَجَلَّ- فَرِحَ بِصَوۡمِهِ).
2216. Ibrahim bin Al-Hasan telah mengabarkan kepadaku dari Hajjaj, beliau berkata: Ibnu Juraij berkata: ‘Atha` mengabarkan kepadaku dari Abu Shalih Az-Zayyat bahwa beliau mendengar Abu Hurairah mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap amalan anak Adam untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya. Puasa adalah tameng. Jika salah seorang kalian sedang berpuasa di siang hari, maka janganlah ia berkata jorok dan jangan bertengkar. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaknya ia katakan: Sesungguhnya aku berpuasa. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah pada hari kiamat lebih harum daripada semerbak wangi kesturi. Dan orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan yang akan ia rasakan, yaitu ketika ia berbuka, ia gembira dengan buka puasanya, dan ketika ia berjumpa dengan Rabb-nya azza wajalla, ia gembira dengan puasanya.”
٢٢١٧ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ حَاتِمٍ قَالَ: أَنۡبَأَنَا سُوَيۡدٌ قَالَ: أَنۡبَأَنَا عَبۡدُ اللهِ عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ قِرَاءَةً عَلَيۡهِ عَنۡ عَطَاءِ بۡنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عَطَاءٌ الزَّيَّاتُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (قَالَ اللهُ -عَزَّ وَجَلَّ-: كُلُّ عَمَلِ ابۡنِ آدَمَ لَهُ؛ إِلَّا الصِّيَامَ، هُوَ لِي، وَأَنَا أَجۡزِي بِهِ، الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوۡمُ صَوۡمِ أَحَدِكُمۡ؛ فَلَا يَرۡفُثۡ، وَلَا يَصۡخَبۡ، فَإِنۡ شَاتَمَهُ أَحَدٌ، أَوۡ قَاتَلَهُ؛ فَلۡيَقُلۡ: إِنِّي امۡرُؤٌ صَائِمٌ، وَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ؛ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطۡيَبُ عِنۡدَ اللهِ مِنۡ رِيحِ الۡمِسۡكِ). وَقَدۡ رُوِيَ هَٰذَا الۡحَدِيثُ عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ وَسَعِيدِ بۡنِ الۡمُسَيَّبِ. [خ(١٩٠٤)، م(٣/١٥٧-١٥٨)].
2217. Muhammad bin Hatim telah mengabarkan kepada kami, beliau berkata: Suwaid memberitakan kepada kami, beliau berkata: ‘Abdullah memberitakan kepada kami dari Ibnu Juraij –melalui bacaan kepadanya-, dari ‘Atha` bin Abu Rabah, beliau berkata: ‘Atha` Az-Zayyat mengabarkan kepadaku bahwa beliau mendengar Abu Hurairah mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah azza wajalla berfirman: Setiap amalan bani Adam untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya. Puasa adalah tameng. Jika salah seorang kalian sedang berpuasa di siang hari, maka janganlah berkata jorok dan jangan bertengkar. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka ucapkanlah: Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada semerbak wangi kesturi.” Hadis ini juga telah diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Sa’id bin Al-Musayyab.