Mukhtashar MINHAJUL QASHIDIN

PENULIS


Penulis kitab ini adalah Syaikh Abu Umar Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqdisi rahimahullah. Kitab ini adalah ringkasan dari kitab Ibnul Jauzi rahimahullah.

SEBAB PENULISAN


Beliau menerangkan dalam mukadimah kitabnya bahwa sebab penulisan kitab ini adalah karena beliau mendapatkan Kitab Minhajul Qashidin karya Ibnul Jauzi rahimahullah. Beliau menilai kitab tersebut termasuk yang paling bermanfaat dan banyak faedahnya, sehingga beliau senang menelaah dan membaca kitab tersebut. Namun karena kitab tersebut terlampau tebal, maka beliau pun membuat ringkasan yang mencakup mayoritas kandungan kitab tersebut dan poin-poin penting dari kitab tersebut.

METODE PENULISAN


Sebagaimana beliau terangkan, beliau tidak mengikuti tartib (urutan daftar isi) Kitab Minhajul Qashidin, juga tidak menyebutkan lafal-lafal aslinya, namun beliau kadang sebutkan secara makna agar lebih ringkas.

KANDUNGAN KITAB


Kitab ini terbagi menjadi 4 bagian:
  1. Bagian pertama memuat masalah ibadah.
  2. Bagian kedua memuat masalah adat.
  3. Bagian ketiga menerangkan perkara-perkara yang membinasakan.
  4. Bagian keempat menerangkan perkara-perkara yang menyelamatkan.

Dalam bab pertama beliau menyebutkan masalah-masalah ibadah yang mencakup 9 pembahasan: Kitab Ilmu dan Keutamaannya, Kitab Thaharah dan Shalat, Kitab Zakat, Kitab Puasa, Kitab Haji, Kitab Adab Membaca Al Quran, Kitab Dzikir dan Doa.

Di antara yang beliau sebutkan dalam Kitab Ilmu adalah keutamaan ilmu, adab penuntut ilmu dan pengajarnya, juga menerangkan sifat-sifat ulama akhirat (ulama yang sebenarnya).

Di bagian kedua yang menerangkan masalah-masalah adat, beliau awali dengan menerangkan masalah-masalah adab makan dan minum, kemudian beliau sebutkan 7 kitab: Kitab Nikah dan Adabnya, Kitab Adab Mencari Ma’isyah (penghasilan), Kitab Halal dan Haram, Kitab Adab Berteman dan Bersaudara, Kitab Adab Safar, Kitab Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Kitab Kehidupan dan Akhlak Nabi.

Beberapa masalah dalam adab berteman sangatlah penting untuk kita. Di sana beliau menyebutkan tidak semua orang bisa kita jadikan teman baik. Orang yang akan kita jadikan teman baik haruslah memenuhi beberapa kriteria: Aqil (berakal), berakhlak yang baik, bukan seorang fasiq (senang berbuat kemaksiatan), bukan ahlul bid’ah, dan bukan seorang yang tamak kepada dunia. Beliau menyebutkan hadis yang artinya, “Seseorang itu di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan temannya.” [H.R. Al Bukhari]. Ibnu Qudamah mengingatkan bahwa seorang teman mesti ada kekurangan. Beliau berkata, “Jika mencari seorang teman yang bersih dari kesalahan niscaya kau tak akan mendapatkannya.”

Di bagian ketiga ketika menerangkan masalah perkara-perkara yang membinasakan, beliau menyebutkan 7 kitab: Kitab yang menerangkan keajaiban-keajaiban hati, kitab yang menerangkan cara melatih kalbu dan mengobati penyakit-penyakit kalbu, kitab meredam dua syahwat: syahwat perut dan farj (kemaluan), kitab penyakit-penyakit lisan, kitab celaan kepada amarah, iri dan dengki, kitab riya’, kitab ghurur (ketertipuan) dan macam-macamnya.

Di antara hal penting yang perlu kita cermati dalam bagian ini adalah penjelasan beliau tentang penyakit-penyakit lisan. Di antara yang beliau sebutkan:
  1. Berbicara sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
  2. Tenggelam dalam perbincangan yang batil; yakni perbincangan tentang maksiat.
  3. Bicara kotor dan caci maki.
  4. Banyak bergurau.
  5. Mengejek dan mengolok-olok.
  6. Menyebarkan rahasia.
  7. Ghibah.
  8. Namimah (adu domba).

Di bagian keempat beliau menyebut masalah-masalah yang menyebutkan 6 kitab: Kitab tobat dan menyebutkan syarat-syarat serta rukunnya, kitab sabar dan syukur, kitab roja’ (rasa berharap) dan khauf (rasa takut), kitab zuhud dan faqr, kitab tauhid dan tawakal, kitab mahabbah (mencintai Allah), kerinduan dan ridha kepada Allah.

Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin termasuk kitab yang penting kita baca dalam rangka melembutkan kalbu, memperbaiki akhlak dan tingkah laku kita.

Namun perlu diingat tentang dua hal:
  1. Hendaknya meruju’ (meneliti kesahihan) setiap hadis kepada penjelasan ulama kita sekarang, seperti meruju’ ke kitab-kitab Syaikh Albani rahimahullah karena di dalamnya terdapat banyak hadis-hadis yang lemah bahkan maudhu’ (palsu).
  2. Selain itu juga waspada dari kalimat-kalimat yang “janggal” dalam kitab ini seperti: “Sesungguhnya kesalahan guru lebih bermanfaat dari kebenaran pada diri seorang penuntut ilmu.”

Namun demikian, apapun keadaannya kitab ini sangat bermanfaat bagi kaum muslimin. Oleh karena itu membaca kitab ini di bawah bimbingan para ulama dan para pengajar yang berkompeten akan sangat bermanfaat. Di dalamnya terkandung berlimpah faedah yang sangat banyak untuk kebaikan kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk mempelajari dan mengamalkan kandungannya.


Sumber: Majalah Qudwah edisi 49 vol.05 1438 H rubrik Maktabah. Pemateri: Al Ustadz Abdurrahman Mubarak.