Shahih Muslim hadits nomor 2745

٥ - (٢٧٤٥) - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ مُعَاذٍ الۡعَنۡبَرِيُّ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ، عَنۡ سِمَاكٍ قَالَ: خَطَبَ النُّعۡمَانُ بۡنُ بَشِيرٍ فَقَالَ: (لَلّٰهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوۡبَةِ عَبۡدِهِ مِنۡ رَجُلٍ حَمَلَ زَادَهُ وَمَزَادَهُ عَلَىٰ بَعِيرٍ. ثُمَّ سَارَ حَتَّىٰ كَانَ بِفَلَاةٍ مِنَ الۡأَرۡضِ، فَأَدۡرَكَتۡهُ الۡقَائِلَةُ، فَنَزَلَ فَقَالَ تَحۡتَ شَجَرَةٍ. فَغَلَبَتۡهُ عَيۡنُهُ. وَانۡسَلَّ بَعِيرُهُ. فَاسۡتَيۡقَظَ فَسَعَىٰ شَرَفًا فَلَمۡ يَرَ شَيۡئًا، ثُمَّ سَعَىٰ شَرَفًا ثَانِيًا، فَلَمۡ يَرَ شَيۡئًا. ثُمَّ سَعَىٰ شَرَفًا ثَالِثًا، فَلَمۡ يَرَ شَيۡئًا. فَأَقۡبَلَ حَتَّىٰ أَتَىٰ مَكَانَهُ الَّذِي قَالَ فِيهِ. فَبَيۡنَمَا هُوَ قَاعِدٌ إِذۡ جَاءَهُ بَعِيرُهُ يَمۡشِي. حَتَّىٰ وَضَعَ خِطَامَهُ فِي يَدِهِ. فَلَلّٰهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوۡبَةِ الۡعَبۡدِ، مِنۡ هَٰذَا حِينَ وَجَدَ بَعِيرَهُ عَلَىٰ حَالِهِ).
قَالَ سِمَاكٌ: فَزَعَمَ الشَّعۡبِيُّ، أَنَّ النُّعۡمَانَ رَفَعَ هَٰذَا الۡحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ. وَأَمَّا أَنَا فَلَمۡ أَسۡمَعۡهُ.
5. (2745). ‘Ubaidullah bin Mu’adz Al-‘Anbari telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Abu Yunus menceritakan kepada kami dari Simak, beliau berkata: An-Nu’man bin Basyir berkhotbah dan mengatakan, “Sungguh, Allah lebih sangat gembira terhadap tobat hamba-Nya daripada seseorang yang membawa bekal dan tempat perbekalannya di atas unta. Kemudian ia berjalan hingga tiba di suatu dataran, lalu ia ingin istirahat siang. Ia pun singgah dan istirahat di bawah sebuah pohon, sehingga tertidur. Untanya pergi tanpa sepengetahuannya. Orang itu bangun, lalu ia menuju suatu tanah yang tinggi namun ia tidak melihat apapun. Kemudian ia menuju tanah tinggi kedua, namun ia tidak melihat apa-apa. Kemudian ia menuju ke tanah tinggi yang ketiga, namun juga tidak melihat apa-apa. Ia pun mendatangi tempat ia istirahat tadi. Ketika ia sedang duduk, tiba-tiba untanya mendatanginya dengan berjalan hingga meletakkan tali kekangnya di tangannya. Maka, sungguh Allah jauh lebih gembira terhadap tobat hamba daripada orang ini ketika mendapatkan kembali untanya dalam keadaan seperti sediakala.”
Simak berkata: Asy-Sya’bi menyatakan bahwa An-Nu’man mengangkat hadis ini sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun aku sendiri tidak mendengarnya.