Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1833

٩ - بَابٌ لَا يُنَفَّرُ صَيۡدُ الۡحَرَمِ
9. Bab tidak boleh mengusir hewan buruan tanah haram

١٨٣٣ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنۡ عِكۡرِمَةَ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (إِنَّ اللهَ حَرَّمَ مَكَّةَ، فَلَمۡ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبۡلِي، وَلَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ بَعۡدِي، وَإِنَّمَا أُحِلَّتۡ لِي سَاعَةً مِنۡ نَهَارٍ، لَا يُخۡتَلَى خَلَاهَا، وَلاَ يُعۡضَدُ شَجَرُهَا، وَلَا يُنَفَّرُ صَيۡدُهَا، وَلَا تُلۡتَقَطُ لُقَطَتُهَا إِلَّا لِمُعَرِّفٍ). وَقَالَ الۡعَبَّاسُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِلَّا الۡإِذۡخِرَ، لِصَاغَتِنَا وَقُبُورِنَا؟ فَقَالَ: (إِلَّا الۡإِذۡخِرَ). وَعَنۡ خَالِدٍ، عَنۡ عِكۡرِمَةَ قَالَ: هَلۡ تَدۡرِي مَا: لَا يُنَفَّرُ صَيۡدُهَا؟ هُوَ أَنۡ يُنَحِّيَهُ مِنَ الظِّلِّ يَنۡزِلُ مَكَانَهُ. [طرفه في: ١٣٤٩].
1833. Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab menceritakan kepada kami: Khalid menceritakan kepada kami dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menjadikan Makkah sebagai tanah suci. Tidak halal bagi seorang pun sebelumku dan tidak halal bagi seorang pun setelahku. Dan hanyalah dihalalkan untukku sesaat di siang hari. Rerumputannya tidak boleh dicabut, pepohonannya tidak boleh dipotong, binatang buruannya tidak boleh diusir, dan barang hilangnya tidak boleh dipungut kecuali bagi orang yang akan mengumumkannya.” Al-‘Abbas mengatakan, “Wahai Rasulullah, kecuali idzkhir (tanaman semacam serai) untuk tukang emas kami dan kuburan kami.” Nabi bersabda, “Kecuali idzkhir.” Dan dari Khalid, dari ‘Ikrimah, beliau berkata: Apakah engkau tahu arti: binatang buruannya tidak boleh diusir? Yaitu seseorang mengusir binatang itu dari naungan supaya ia bisa singgah di tempat bekas binatang tadi.