Shahih Muslim hadits nomor 1964

١٤ - (١٩٦٤) - وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَكۡرٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ يَقُولُ: صَلَّىٰ بِنَا النَّبِيُّ ﷺ يَوۡمَ النَّحۡرِ بِالۡمَدِينَةِ، فَتَقَدَّمَ رِجَالٌ فَنَحَرُوا. وَظَنُّوا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَدۡ نَحَرَ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ ﷺ مَنۡ كَانَ نَحَرَ قَبۡلَهُ، أَنۡ يُعِيدَ بِنَحۡرٍ آخَرَ، وَلَا يَنۡحَرُوا حَتَّىٰ يَنۡحَرَ النَّبِيُّ ﷺ.
14. (1964). Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepadaku: Muhammad bin Bakr menceritakan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa beliau mendengar Jabir bin ‘Abdullah mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam salat mengimami kami pada hari nahar di Madinah. Ada beberapa orang yang mendahului menyembelih. Mereka mengira bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menyembelih. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan siapa saja yang menyembelih sebelum beliau agar mengulangi dengan hewan sembelihan yang lain dan mereka tidak boleh menyembelih sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih.