Shahih Muslim hadits nomor 27

٤٤ - (٢٧) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ النَّضۡرِ بۡنِ أَبِي النَّضۡرِ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو النَّضۡرِ هَاشِمُ بۡنُ الۡقَاسِمِ: حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ الۡأَشۡجَعِيُّ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ مِغۡوَلٍ، عَنۡ طَلۡحَةَ بۡنِ مُصَرِّفٍ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي مَسِيرٍ، قَالَ: فَنَفِدَتۡ أَزۡوَادُ الۡقَوۡمِ، قَالَ: حَتَّى هَمَّ بِنَحۡرِ بَعۡضِ حَمَائِلِهِمۡ، قَالَ: فَقَالَ عُمَرُ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَوۡ جَمَعۡتَ مَا بَقِيَ مِنۡ أَزۡوَادِ الۡقَوۡمِ، فَدَعَوۡتَ اللهَ عَلَيۡهَا، قَالَ فَفَعَلَ. قَالَ: فَجَاءَ ذُو الۡبُرِّ بِبُرِّهِ. وَذُو التَّمۡرِ بِتَمۡرِهِ. قَالَ - وَقَالَ مُجَاهِدٌ وَذُو النَّوَاةِ بِنَوَاهُ - قُلۡتُ: وَمَا كَانُوا يَصۡنَعُونَ بِالنَّوَى؟ قَالَ: كَانُوا يَمُصُّونَهُ وَيَشۡرَبُونَ عَلَيۡهِ الۡمَاءَ، قَالَ: فَدَعَا عَلَيۡهَا حَتَّى مَلَأَ الۡقَوۡمُ أَزۡوِدَتَهُمۡ، قَالَ: فَقَالَ عِنۡدَ ذٰلِكَ: (أَشۡهَدُ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ، لَا يَلۡقَى اللهَ بِهِمَا عَبۡدٌ، غَيۡرَ شَاكٍّ فِيهِمَا، إِلَّا دَخَلَ الۡجَنَّةَ).
44. (27). Abu Bakr bin An-Nadhr bin Abu An-Nadhr telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu An-Nadhr Hasyim bin Al-Qasim menceritakan kepadaku: ‘Ubaidullah Al-Asyja’i menceritakan kepada kami dari Malik bin Mighwal, dari Thalhah bin Musharrif, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu perjalanan. Abu Hurairah berkata: Perbekalan orang-orang telah habis. Abu Hurairah berkata: Sampai mereka berkeinginan untuk menyembelih sebagian unta pengangkut barang. Abu Hurairah berkata: ‘Umar mengatakan: Wahai Rasulullah, seandainya engkau mengumpulkan sisa perbekalan orang-orang, lalu engkau mendoakannya kepada Allah. Abu Hurairah berkata: Nabi melakukannya. Abu Hurairah berkata: Orang yang punya gandum datang membawa gandumnya. Orang yang punya kurma datang membawa kurmanya. Beliau berkata—Mujahid berkata: Dan orang yang punya biji buah membawa biji buahnya—Aku bertanya: Apa yang bisa mereka perbuat dengan biji buah? Dahulu mereka biasa mengisapnya dan meminum air di atasnya. Abu Hurairah berkata: Nabi mendoakannya sehingga orang-orang bisa memenuhi perbekalan mereka. Abu Hurairah berkata: Lalu Nabi bersabda setelah itu, “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba pun yang berjumpa Allah dengan dua persaksian ini dalam keadaan tidak ragu terhadapnya, kecuali ia akan masuk surga.”
٤٥ - (...) - حَدَّثَنَا سَهۡلُ بۡنُ عُثۡمَانَ وَأَبُو كُرَيۡبٍ مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ، جَمِيعًا عَنۡ أَبِي مُعَاوِيَةَ، قَالَ أَبُو كُرَيۡبٍ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، أَوۡ عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ - شَكَّ الۡأَعۡمَشُ - قَالَ: لَمَّا كَانَ غَزۡوَةُ تَبُوكَ، أَصَابَ النَّاسَ مَجَاعَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لَوۡ أَذِنۡتَ لَنَا فَنَحَرۡنَا نَوَاضِحَنَا فَأَكَلۡنَا وَادَّهَنَّا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (افۡعَلُوا). قَالَ: فَجَاءَ عُمَرُ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنۡ فَعَلۡتَ قَلَّ الظَّهۡرُ، وَلَكِنِ ادۡعُهُمۡ بِفَضۡلِ أَزۡوَادِهِمۡ، ثُمَّ ادۡعُ اللهَ لَهُمۡ عَلَيۡهَا بِالۡبَرَكَةِ، لَعَلَّ اللهَ أَنۡ يَجۡعَلَ فِي ذٰلِكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (نَعَمۡ). قَالَ: فَدَعَا بِنِطَعٍ فَبَسَطَهُ، ثُمَّ دَعَا بِفَضۡلِ أَزۡوَادِهِمۡ، قَالَ: فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَجِيءُ بِكَفِّ ذُرَةٍ، قَالَ: وَيَجِيءُ الۡآخَرُ بِكَفِّ تَمۡرٍ. قَالَ: وَيَجِيءُ الۡآخَرُ بِكَسۡرَةٍ، حَتَّى اجۡتَمَعَ عَلَى النِّطَعِ مِنۡ ذٰلِكَ شَيۡءٌ يَسِيرٌ، قَالَ: فَدَعَا رَسُولُ اللهِ ﷺ عَلَيۡهِ بِالۡبَرَكَةِ، ثُمَّ قَالَ: (خُذُوا فِي أَوۡعِيَتِكُمۡ). قَالَ: فَأَخَذُوا فِي أَوۡعِيَتِهِمۡ، حَتَّى مَا تَرَكُوا فِي الۡعَسۡكَرِ وِعَاءً إِلَّا مَلَأُوهُ، قَالَ: فَأَكَلُوا حَتَّى شَبِعُوا. وَفَضَلَتۡ فَضۡلَةٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَشۡهَدُ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ، لَا يَلۡقَى اللهَ بِهِمَا عَبۡدٌ، غَيۡرَ شَاكٍّ، فَيُحۡجَبَ عَنِ الۡجَنَّةِ).
45. Sahl bin ‘Utsman dan Abu Kuraib Muhammad bin Al-‘Ala` telah menceritakan kepada kami. Semuanya dari Abu Mu’awiyah. Abu Kuraib berkata: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah atau dari Abu Sa’id—Al-A’masy ragu—, beliau mengatakan: Ketika perang Tabuk, orang-orang mengalami kelaparan. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, andai engkau izinkan kami menyembelih unta-unta kami sehingga kami bisa makan dan membuat lemak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lakukanlah!” Perawi berkata: ‘Umar datang seraya berkata: Wahai Rasulullah, jika engkau lakukan itu, niscaya tunggangan menjadi sedikit. Tetapi, panggillah mereka dengan membawa sisa bekal mereka kemudian berdoalah keberkahan untuk mereka kepada Allah. Semoga Allah menjadikan berkah pada sisa bekal mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iya.” Perawi berkata: Lalu beliau minta agar dibentangkan hamparan dari kulit binatang kemudian beliau minta didatangkan sisa bekal mereka. Perawi berkata: Lalu ada orang yang datang membawa segenggam jagung. Perawi berkata: Yang lain datang membawa segenggam kurma. Perawi berkata: Yang lain datang membawa remah-remah. Sampai sedikit makanan terkumpul di atas hamparan itu. Perawi berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan makanan tersebut kemudian bersabda, “Kalian ambil ke dalam karung-karung kalian.” Perawi berkata: Mereka mengambil ke dalam karung-karung mereka sampai mereka tidak meninggalkan dalam pasukan itu satu karung pun kecuali mereka penuhi. Perawi berkata: Lalu mereka makan sampai kenyang, sementara masih ada sisa makanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hambapun berjumpa Allah dengan dua persaksian ini dalam keadaan tidak ragu lalu ia akan dihalangi dari surga.”