Shahih Al-Bukhari hadits nomor 4553

٤ - بَابُ ﴿قُلۡ يَا أَهۡلَ الۡكِتَابِ تَعَالَوۡا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَنۡ لَا نَعۡبُدَ إِلَّا اللهَ﴾ ۝٦٤، سَوَاءٍ: قَصۡدٍ
4. Bab “Katakanlah: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama antara kami dan kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah,“ sawa` artinya qashd (pertengahan)

٤٥٥٣ - حَدَّثَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ مُوسَى، عَنۡ هِشَامٍ، عَنۡ مَعۡمَرٍ (ح). وَحَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي ابۡنُ عَبَّاسٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سُفۡيَانَ مِنۡ فِيهِ إِلَى فِيَّ قَالَ: انۡطَلَقۡتُ فِي الۡمُدَّةِ الَّتِي كَانَتۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَ رَسُولِ اللهِ ﷺ، قَالَ: فَبَيۡنَا أَنَا بِالشَّأۡمِ، إِذۡ جِيءَ بِكِتَابٍ مِنَ النَّبِيِّ ﷺ إِلَى هِرَقۡلَ، قَالَ: وَكَانَ دِحۡيَةُ الۡكَلۡبِيُّ جَاءَ بِهِ، فَدَفَعَهُ إِلَى عَظِيمِ بُصۡرَى، فَدَفَعَهُ عَظِيمُ بُصۡرَى إِلَى هِرَقۡلَ،
4553. Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepadaku dari Hisyam, dari Ma’mar. (Dalam riwayat lain) ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepadaku: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri. Beliau berkata: ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah mengabarkan kepadaku. Beliau berkata: Ibnu ‘Abbas menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Abu Sufyan menceritakan kepadaku dari mulutnya kepada mulutku. Beliau mengatakan: Aku pergi di masa gencatan senjata (setelah perjanjian Hudaibiyyah) yang terjadi antara aku dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengatakan: Ketika aku berada di Syam, tiba-tiba datanglah tulisan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk Hiraql (Heraklius). Beliau mengatakan: Ketika itu, Dihyah Al-Kalbi yang membawanya, lalu ia menyerahkannya kepada pembesar Bushra. Lalu pembesar Bushra menyerahkannya kepada Hiraql.
قَالَ: فَقَالَ هِرَقۡلُ: هَلۡ هَا هُنَا أَحَدٌ مِنۡ قَوۡمِ هَٰذَا الرَّجُلِ الَّذِي يَزۡعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ؟ فَقَالُوا: نَعَمۡ، قَالَ: فَدُعِيتُ فِي نَفَرٍ مِنۡ قُرَيۡشٍ، فَدَخَلۡنَا عَلَى هِرَقۡلَ، فَأُجۡلِسۡنَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ، فَقَالَ: أَيُّكُمۡ أَقۡرَبُ نَسَبًا مِنۡ هَٰذَا الرَّجُلِ الَّذِي يَزۡعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ؟ فَقَالَ أَبُو سُفۡيَانَ: فَقُلۡتُ: أَنَا، فَأَجۡلَسُونِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ، وَأَجۡلَسُوا أَصۡحَابِي خَلۡفِي، ثُمَّ دَعَا بِتَرۡجُمَانِهِ، فَقَالَ: قُلۡ لَهُمۡ: إِنِّي سَائِلٌ هَٰذَا عَنۡ هَٰذَا الرَّجُلِ الَّذِي يَزۡعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ، فَإِنۡ كَذَبَنِي فَكَذِّبُوهُ، قَالَ أَبُو سُفۡيَانَ: وَايۡمُ اللهِ، لَوۡلَا أَنۡ يُؤۡثِرُوا عَلَيَّ الۡكَذِبَ لَكَذَبۡتُ، ثُمَّ قَالَ لِتَرۡجُمَانِهِ: سَلۡهُ كَيۡفَ حَسَبُهُ فِيكُمۡ؟ قَالَ: قُلۡتُ: هُوَ فِينَا ذُو حَسَبٍ، قَالَ: فَهَلۡ كَانَ مِنۡ آبَائِهِ مَلِكٌ؟ قَالَ: قُلۡتُ: لَا، قَالَ: فَهَلۡ كُنۡتُمۡ تَتَّهِمُونَهُ بِالۡكَذِبِ قَبۡلَ أَنۡ يَقُولَ مَا قَالَ؟ قُلۡتُ: لَا، قَالَ: أَيَتَّبِعُهُ أَشۡرَافُ النَّاسِ أَمۡ ضُعَفَاؤُهُمۡ؟ قَالَ: قُلۡتُ: بَلۡ ضُعَفَاؤُهُمۡ، قَالَ: يَزِيدُونَ أَوۡ يَنۡقُصُونَ؟ قَالَ: قُلۡتُ لَا بَلۡ يَزِيدُونَ،
Abu Sufyan berkata: Hiraql berkata: Apakah di sini ada seseorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Mereka menjawab: Iya ada. Abu Sufyan mengatakan: Lalu aku dipanggil bersama serombongan orang Quraisy, lalu kami masuk menemui Hiraql. Kami didudukkan di hadapannya. Hiraql bertanya: Siapa di antara kalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku nabi ini? Abu Sufyan berkata: Aku berkata: Saya. Lalu mereka mendudukkan aku di hadapan Hiraql dan mereka mendudukkan para sahabatku di belakangku. Kemudian Hiraql memanggil penerjemahnya. Dia berkata: Katakan kepada mereka: Sesungguhnya aku akan bertanya kepada orang ini (Abu Sufyan) tentang lelaki yang mengaku nabi. Jika dia berdusta kepadaku, maka kalian katakan dia dusta. Abu Sufyan berkata: Demi Allah, andai mereka tidak akan mengecapku dengan sifat dusta tentu aku akan berdusta. Kemudian Hiraql berkata kepada penerjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana nasabnya di tengah-tengah kalian? Abu Sufyan berkata: Aku berkata: Dia memiliki nasab yang terpandang di tengah-tengah kami. Hiraql berkata: Apakah di antara bapak-bapaknya ada seorang raja? Abu Sufyan berkata: Aku berkata: Tidak ada. Hiraql bertanya: Apakah kalian dahulu pernah menuduhnya dengan sifat dusta sebelum dia mengucapkan perkataannya? Aku berkata: Tidak. Hiraql bertanya: Apakah orang-orang mulia yang mengikutinya atau orang-orang yang lemah? Abu Sufyan berkata: Aku berkata: Bahkan orang-orang lemah. Hiraql bertanya: Apakah mereka semakin bertambah atau berkurang? Abu Sufyan berkata: Aku berkata: Bahkan mereka semakin bertambah. 
قَالَ: هَلۡ يَرۡتَدُّ أَحَدٌ مِنۡهُمۡ عَنۡ دِينِهِ بَعۡدَ أَنۡ يَدۡخُلَ فِيهِ سَخۡطَةً لَهُ؟ قَالَ: قُلۡتُ: لَا، قَالَ: فَهَلۡ قَاتَلۡتُمُوهُ؟ قَالَ: قُلۡتُ: نَعَمۡ، قَالَ: فَكَيۡفَ كَانَ قِتَالُكُمۡ إِيَّاهُ؟ قَالَ: قُلۡتُ: تَكُونُ الۡحَرۡبُ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَهُ سِجَالًا، يُصِيبُ مِنَّا وَنُصِيبُ مِنۡهُ، قَالَ: فَهَلۡ يَغۡدِرُ؟ قَالَ: قُلۡتُ: لَا، وَنَحۡنُ مِنۡهُ فِي هَٰذِهِ الۡمُدَّةِ لَا نَدۡرِي مَا هُوَ صَانِعٌ فِيهَا، قَالَ: وَاللهِ مَا أَمۡكَنَنِي مِنۡ كَلِمَةٍ أُدۡخِلُ فِيهَا شَيۡئًا غَيۡرَ هَٰذِهِ، قَالَ: فَهَلۡ قَالَ هَٰذَا الۡقَوۡلَ أَحَدٌ قَبۡلَهُ؟ قُلۡتُ: لَا،
Hiraql bertanya: Apakah ada seseorang di antara mereka yang murtad dari agamanya karena benci setelah menganutnya? Abu Sufyan berkata: Aku menjawab: Tidak ada. Hiraql bertanya: Apakah kalian memeranginya? Abu Sufyan berkata: Aku menjawab: Iya. Hiraql bertanya: Bagaimana peperangan antara kalian dengannya? Abu Sufyan berkata: Aku menjawab: Perang antara kami dengannya silih berganti, terkadang dia mengalahkan kami, terkadang kami yang mengalahkannya. Hiraql bertanya: Apakah dia biasa mungkir? Abu Sufyan berkata: Aku menjawab: Tidak, namun kami sedang dalam masa gencatan senjata dengannya sehingga kami tidak tahu apa yang dia lakukan di masa ini. Abu Sufyan berkata: Demi Allah, aku tidak bisa menyisipkan suatu kalimat (untuk menjatuhkan Nabi) selain ini. Hiraql bertanya: Apakah ada orang sebelum dia yang mengatakan ini? Aku menjawab: Tidak ada.
ثُمَّ قَالَ لِتُرۡجُمَانِهِ: قُلۡ لَهُ: إِنِّي سَأَلۡتُكَ عَنۡ حَسَبِهِ فِيكُمۡ، فَزَعَمۡتَ أَنَّهُ فِيكُمۡ ذُو حَسَبٍ، وَكَذٰلِكَ الرُّسُلُ تُبۡعَثُ فِي أَحۡسَابِ قَوۡمِهَا، وَسَأَلۡتُكَ هَلۡ كَانَ فِي آبَائِهِ مَلِكٌ، فَزَعَمۡتَ أَنۡ لَا، فَقُلۡتُ: لَوۡ كَانَ مِنۡ آبَائِهِ مَلِكٌ، قُلۡتُ رَجُلٌ يَطۡلُبُ مُلۡكَ آبَائِهِ، وَسَأَلۡتُكَ عَنۡ أَتۡبَاعِهِ: أَضُعَفَاؤُهُمۡ أَمۡ أَشۡرَافُهُمۡ، فَقُلۡتَ: بَلۡ ضُعَفَاؤُهُمۡ، وَهُمۡ أَتۡبَاعُ الرُّسُلِ، وَسَأَلۡتُكَ: هَلۡ كُنۡتُمۡ تَتَّهِمُونَهُ بِالۡكَذِبِ قَبۡلَ أَنۡ يَقُولَ مَا قَالَ، فَزَعَمۡتَ أَنۡ لَا، فَعَرَفۡتُ أَنَّهُ لَمۡ يَكُنۡ لِيَدَعَ الۡكَذِبَ عَلَى النَّاسِ، ثُمَّ يَذۡهَبَ فَيَكۡذِبَ عَلَى اللهِ، وَسَأَلۡتُكَ: هَلۡ يَرۡتَدُّ أَحَدٌ مِنۡهُمۡ عَنۡ دِينِهِ بَعۡدَ أَنۡ يَدۡخُلَ فِيهِ سَخۡطَةً لَهُ، فَزَعَمۡتَ أَنۡ لَا، وَكَذٰلِكَ الۡإِيمَانُ إِذَا خَالَطَ بَشَاشَةَ الۡقُلُوبِ،
Kemudian Hiraql berkata kepada penerjemahnya: Katakan kepadanya: Sesungguhnya aku bertanya kepadamu tentang nasabnya di tengah-tengah kalian, lalu engkau menyatakan bahwa dia memilik nasab yang terpandang di tengah-tengah kalian. Demikianlah para rasul diutus dengan nasab yang terpandang pada kaumnya. Aku tadi bertanya kepadamu apakah ada di antara bapak-bapaknya yang merupakan seorang raja. Lalu engkau menyatakan tidak ada, maka aku katakan: Kalau ada di antara bapak-bapaknya yang merupakan seorang raja, tentu aku katakan dia adalah seseorang yang menuntut kerajaan ayahnya. Aku tadi bertanya kepadamu tentang para pengikutnya: Apakah orang-orang lemah atau orang-orang yang mulia. Lalu engkau katakan: Orang-orang lemah. Mereka memang pengikut para rasul. Aku tadi bertanya kepadamu: Apakah kalian pernah menuduhnya dengan sifat dusta sebelum dia mengatakan ucapannya. Lalu engkau menyatakan tidak. Aku mengetahui bahwa dia meninggalkan kedustaan kepada manusia (sebelum diutusnya), maka dia tidak akan melakukan kedustaan atas nama Allah. Aku tadi bertanya kepadamu: Apakah ada seseorang di antara mereka yang murtad dari agamanya karena membencinya setelah dia menganutnya. Lalu engkau menyatakan tidak ada. Demikianlah iman itu ketika cahayanya merasuk ke hati.
وَسَأَلۡتُكَ هَلۡ يَزِيدُونَ أَمۡ يَنۡقُصُونَ، فَزَعَمۡتَ أَنَّهُمۡ يُزِيدُونَ وَكَذٰلِكَ الۡإِيمَانُ حَتَّى يَتِمَّ، وَسَأَلۡتُكَ هَلۡ قَاتَلۡتُمُوهُ، فَزَعَمۡتَ أَنَّكُمۡ قَاتَلۡتُمُوهُ، فَتَكُونُ الۡحَرۡبُ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُ سِجَالًا، يَنَالُ مِنۡكُمۡ وَتَنَالُونَ مِنۡهُ، وَكَذٰلِكَ الرُّسُلُ تُبۡتَلَى، ثُمَّ تَكُونُ لَهُمُ الۡعَاقِبَةُ، وَسَأَلۡتُكَ هَلۡ يَغۡدِرُ فَزَعَمۡتَ أَنَّهُ لَا يَغۡدِرُ، وَكَذٰلِكَ الرُّسُلُ لَا تَغۡدِرُ، وَسَأَلۡتُكَ هَلۡ قَالَ أَحَدٌ هَٰذَا الۡقَوۡلَ قَبۡلَهُ، فَزَعَمۡتَ أَنۡ لَا، فَقُلۡتُ: لَوۡ كَانَ قَالَ هَٰذَا الۡقَوۡلَ أَحَدٌ قَبۡلَهُ، قُلۡتُ رَجُلٌ ائۡتَمَّ بِقَوۡلٍ قِيلَ قَبۡلَهُ، قَالَ: ثُمَّ قَالَ: بِمَ يَأۡمُرُكُمۡ؟ قَالَ: قُلۡتُ: يَأۡمُرُنَا بِالصَّلَاةِ، وَالزَّكَاةِ، وَالصِّلَةِ، وَالۡعَفَافِ، قَالَ: إِنۡ يَكُ مَا تَقُولُ فِيهِ حَقًّا فَإِنَّهُ نَبِيٌّ، وَقَدۡ كُنۡتُ أَعۡلَمُ أَنَّهُ خَارِجٌ، وَلَمۡ أَكُ أَظُنُّهُ مِنۡكُمۡ، وَلَوۡ أَنِّي أَعۡلَمُ أَنِّي أَخۡلُصُ إِلَيۡهِ لَأَحۡبَبۡتُ لِقَاءَهُ، وَلَوۡ كُنۡتُ عِنۡدَهُ لَغَسَلۡتُ عَنۡ قَدَمَيۡهِ، وَلَيَبۡلُغَنَّ مُلۡكُهُ مَا تَحۡتَ قَدَمَيَّ،
Aku tadi bertanya kepadamu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang. Lalu engkau menyatakan bahwa mereka bertambah. Demikianlah iman itu hingga sempurna. Aku tadi bertanya kepadamu apakah kalian memeranginya. Lalu engkau menyatakan bahwa kalian telah memeranginya, sehingga perang antara kalian dengannya silih berganti. Kadang dia menang terhadap kalian, terkadang kalian menang darinya. Demikianlah para rasul itu diuji, kemudian hasil akhirnya menjadi milik mereka. Aku tadi bertanya kepadamu apakah dia biasa mungkir. Lalu engkau menyatakan bahwa dia tidak pernah mungkir. Demikianlah para rasul tidak mungkir. Aku tadi bertanya kepadamu apakah ada orang yang sudah mengatakan ucapan ini sebelum dia. Lalu engkau menyatakan tidak ada. Aku katakan: Kalau ada orang yang telah mengatakan ucapan ini sebelum dia, tentu aku katakan: Dia adalah orang yang mengikuti ucapan yang dikatakan sebelum dia. Abu Sufyan berkata: Kemudian Hiraql bertanya: Apa yang dia perintahkan kepada kalian? Abu Sufyan berkata: Aku menjawab: Dia memerintahkan kami untuk salat, zakat, silaturahmi, dan ifah. Hiraql berkata: Jika yang engkau katakan itu benar adanya, maka sungguh dia adalah seorang nabi. Aku sudah tahu bahwa dia akan keluar namun aku tidak mengira dia dari kalangan kalian. Andai aku mengetahui bahwa aku bisa sampai kepadanya, tentu aku suka untuk berjumpa dengannya. Andai aku di sisinya, tentu aku akan basuh kedua kakinya. Dan kekuasaannya benar-benar akan sampai di bawah kedua kakiku.
قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِكِتَابِ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَقَرَأَهُ، فَإِذَا فِيهِ: (بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ، مِنۡ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللهِ إِلَى هِرَقۡلَ عَظِيمِ الرُّومِ، سَلَامٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الۡهُدَى، أَمَّا بَعۡدُ: فَإِنِّي أَدۡعُوكَ بِدِعَايَةِ الۡإِسۡلَامِ، أَسۡلِمۡ تَسۡلَمۡ، وَأَسۡلِمۡ يُؤۡتِكَ اللهُ أَجۡرَكَ مَرَّتَيۡنِ، فَإِنۡ تَوَلَّيۡتَ فَإِنَّ عَلَيۡكَ إِثۡمَ الۡأَرِيسِيِّينَ: وَ﴿يَا أَهۡلَ الۡكِتَابِ تَعَالَوۡا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَنۡ لَا نَعۡبُدَ إِلَّا اللهَ﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿اشۡهَدُوا بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ﴾) [٦٤]. فَلَمَّا فَرَغَ مِنۡ قِرَاءَةِ الۡكِتَابِ، ارۡتَفَعَتِ الۡأَصۡوَاتُ عِنۡدَهُ وَكَثُرَ اللَّغَطُ، وَأُمِرَ بِنَا فَأُخۡرِجۡنَا، قَالَ: فَقُلۡتُ لِأَصۡحَابِي حِينَ خَرَجۡنَا: لَقَدۡ أَمِرَ أَمۡرُ ابۡنِ أَبِي كَبۡشَةَ، إِنَّهُ لَيَخَافُهُ مَلِكُ بَنِي الۡأَصۡفَرِ، فَمَا زِلۡتُ مُوقِنًا بِأَمۡرِ رَسُولِ اللهِ ﷺ أَنَّهُ سَيَظۡهَرُ حَتَّى أَدۡخَلَ اللهُ عَلَيَّ الۡإِسۡلَامَ.
Abu Sufyan berkata: Kemudian dia meminta didatangkan tulisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu membacanya. Ternyata isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah kepada Hiraql pembesar Romawi. Keselamatan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amabakdu: Sesungguhnya aku mengajakmu dengan dakwah Islam. Berislamlah niscaya engkau selamat. Masuk islamlah, Allah akan memberimu pahala dua kali. Namun jika engkau berpaling, maka dosa para rakyatmu menjadi tanggunganmu. Dan “Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama antara kami dan kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah,” sampai firman-Nya, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS. Ali ‘Imran: 64). Ketika dia selesai membaca tulisan itu, suara-suara meninggi dan banyak keributan di sekitar dia. Kami diperintahkan agar keluar. Abu Sufyan berkata: Aku berkata kepada para sahabatku ketika kami telah keluar: Perkara Ibnu Abu Kabsyah (Nabi Muhammad) telah menjadi besar, sesungguhnya dia ditakuti oleh raja Bani Al-Ashfar (Romawi). Setelah itu, aku senantiasa yakin dengan urusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa dia akan menang sampai Allah memasukkan aku ke dalam Islam.
قَالَ الزُّهۡرِيُّ: فَدَعَا هِرَقۡلُ عُظَمَاءَ الرُّومِ، فَجَمَعَهُمۡ فِي دَارٍ لَهُ، فَقَالَ: يَا مَعۡشَرَ الرُّومِ، هَلۡ لَكُمۡ فِي الۡفَلَاحِ وَالرَّشَدِ آخِرَ الۡأَبَدِ، وَأَنۡ يَثۡبُتَ لَكُمۡ مُلۡكُكُمۡ؟ قَالَ: فَحَاصُوا حَيۡصَةَ حُمُرِ الۡوَحۡشِ إِلَى الۡأَبۡوَابِ، فَوَجَدُوهَا قَدۡ غُلِّقَتۡ، فَقَالَ: عَلَيَّ بِهِمۡ، فَدَعَا بِهِمۡ فَقَالَ: إِنِّي إِنَّمَا اخۡتَبَرۡتُ شِدَّتَكُمۡ عَلَى دِينِكُمۡ، فَقَدۡ رَأَيۡتُ مِنۡكُمُ الَّذِي أَحۡبَبۡتُ، فَسَجَدُوا لَهُ، وَرَضُوا عَنۡهُ. [طرفه في: ٧].
Az-Zuhri berkata: Hiraql mengundang para pembesar Romawi. Dia mengumpulkan mereka di dalam rumahnya. Lalu dia berkata: Wahai sekalian orang-orang Romawi, apakah kalian ingin tetap berada dalam keberuntungan dan bimbingan di akhir zaman ini dan kalian ingin kekuasaan kalian tetap langgeng? Dia berkata: Mereka kabur berlarian seperti larinya zebra menuju pintu-pintu, namun mereka mendapati pintu-pintu telah terkunci. Hiraql berkata: Bawa mereka kepadaku. Dia memanggil mereka. Lantas Hiraql berkata: Aku hanyalah menguji keteguhan kalian dalam beragama, maka aku telah melihat hal yang aku cintai dari diri kalian. Maka para pembesar Romawi itu sujud kepada Hiraql dan mereka meridainya.