Penilaian Ulama terhadap Karya Tulis Khalid Muhammad Khalid

مَا رَأۡيُ سَمَاحَةِ الشَّيۡخِ فِي كِتَابَاتِ خَالِد مُحَمَّد خَالِدٍ وَخَاصَّةً رِجَالٌ حَوۡلَ الرَّسُولِ ﷺ وَخُلَفَاءُ الرَّسُولِ ﷺ؟
Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya: Apa pendapat syekh tentang tulisan-tulisan Khalid Muhammad Khalid, terkhusus Rijal Haular Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam[1] dan Khulafa`ur Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam[2]?
لَمۡ أَطَّلِعۡ عَلَيۡهَا، وَالۡكَاتِبُ هَٰذَا كُنَّا نَعۡرِفُ عَنۡهُ كِتَابَاتٍ قَدِيمَةً لَيۡسَتۡ جَيِّدَةً، مِنۡهَا كِتَابٌ سَمَّاهُ مِنۡ هُنَا نَبۡدَأُ، أَوۡ نَحۡوَ هَٰذَا الۡاسۡمِ، فَهُوَ لَيۡسَ بِجَيِّدٍ، وَقَدۡ كُتِبَ عَلَيۡهِ رُدُودٌ، فَإِنۡ كَانَ كَتَبَ بَعۡدَ ذٰلِكَ فَلَا أَدۡرِي؛ لِأَنِّي لَمۡ أَطَّلِعۡ عَلَى كِتَابَاتِهِ الۡأَخِيرَةِ، وَلَا كِتَابِهِ الۡمُشَارِ إِلَيۡهِ هَٰذَا.
Syekh Ibnu Baz rahimahullah menjawab: Aku belum melihat tulisan itu, namun penulis ini, kami telah mengetahui darinya tulisan-tulisan yang sudah lama yang tidak baik. Di antaranya adalah sebuah kitab yang dia beri nama Min Huna Nabda` (Dari Sini Kita Mulai) atau judul yang semisal ini. Kitab itu tidak baik dan sudah ditulis bantahan-bantahan terhadapnya. Jika dia menulis lagi setelah kitab itu, maka aku tidak tahu karena aku belum melihat tulisan-tulisannya yang belakangan, belum pula kitab yang disebutkan ini.

Sumber: https://www.binbaz.org.sa/noor/1633
مَاذَا تَعۡرِفُ عَنۡ خَالِد مُحَمَّد خَالِدٍ صَاحِبِ كِتَابِ الۡخُلَفَاءُ الرَّاشِدُونَ، وَكَذٰلِكَ أَحۡمَدَ بۡنِ مُحَمَّدٍ الصِّدِّيقِ الۡغُمَارِيِّ وَكِتَابِهِ مُطَابَقَةُ الۡاخۡتِرَاعَاتِ الۡعَصۡرِيَّةِ؟
Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah ditanya: Apa yang engkau ketahui tentang Khalid Muhammad Khalid penulis kitab Al-Khulafa` Ar-Rasyidun dan tentang Ahmad bin Muhammad Ash-Shiddiq Al-Ghumari serta kitabnya Muthabaqah Al-Ikhtira'at Al-'Ashriyyah?
هَٰذَا الۡأَوَّلُ صَاحِبُ كِتَابِ رِجَالٌ حَوۡلَ الرَّسُولِ أَعۡرِفُ أَنَّهُ رَجُلٌ مُنۡحَرِفٌ وَكَانَ وَلَا يَزَالُ الظَّاهِرُ مُتَأَثِّرًا بِالۡحَضَارَةِ الۡغَرۡبِيَّةِ وَهُوَ رَجُلٌ جَذَّابٌ أُسۡلُوبُهُ، فَنَنۡصَحُ بِعَدَمِ قِرَاءَةِ كُتُبِهِ وَالۡاسۡتِفَادَةِ مِنۡ كُتُبِ السِّيرَةِ؛ اقۡرَأۡ سِيرَةُ ابۡنِ هِشَامٍ وَاقۡرَأۡ الۡإِصَابَةُ لِلۡحَافِظِ ابۡنِ حَجَرٍ أَوۡ غَيۡرَهَا لَا نَحۡتَاجُ إِلَى كُتُبِ أُنَاسٍ زَائِغِينَ.
Orang yang pertama, yaitu penulis kitab Rijal Haula Ar-Rasul, aku mengetahui bahwa dia adalah seorang yang menyimpang. Dia dahulu dan terus sampai sekarang tampak terpengaruh dengan peradaban barat dan dia adalah orang yang memikat dalam cara penyampaiannya. Maka, kami menasehatkan untuk tidak membaca kitab-kitabnya dan kami menasehatkan untuk mengambil faedah dari kitab-kitab sirah. Bacalah Sirah Ibni Hisyam, bacalah Al-Ishabah karya Al-Hafizh Ibnu Hajar, atau kitab-kitab lainnya. Kita tidak membutuhkan kitab-kitab orang yang menyimpang.
أَمَّا هَٰذَا الۡغُمَارِيُّ صَاحِبُ كِتَابِ مُطَابَقَةُ الۡاخۡتِرَاعَاتِ الۡعَصۡرِيَّةِ لِمَا أَخۡبَرَ بِهِ سَيِّدُ الۡبَرِيَّةِ فَهُوَ رَجُلٌ مُنۡحَرِفٌ حَرَّفَ كِتَابَ اللهِ ﴿إِذَا الشَّمۡسُ كُوِّرَتۡ﴾ يَقُولُ :إِذَا ذَهَبَ ضَوۡءُهَا بِسَبَبِ الۡكَهۡرَبَاءِ، لَوۡ أَتَيۡنَا بِكَهۡرَبَاءِ الدُّنۡيَا كُلِّهَا أَنۡ يَذۡهَبَ بِشَيۡئٍ مِنۡ ضَوۡءِ الشَّمۡسِ، ﴿وَالۡمُرۡسَلَاتِ عُرۡفًا﴾ يَقُولُ: الطَّائِرَاتُ تَذۡهَبُ وَتَرۡمِي عَلَى الۡعَدُوِّ، وَهِيَ الظَّاهِرُ الۡمَلَائِكَةُ أَوِ الرِّيَاحُ.
Adapun Al-Ghumari ini, penulis kitab Muthabaqah Al-Ikhtira'at Al-'Ashriyyah lima Akhbara bihi Sayyidul Bariyyah, dia adalah seseorang yang menyimpang. Dia mengubah-ubah kitab Allah. Ayat yang artinya, "Jika matahari digulung," dia katakan: Jika cahayanya hilang dengan sebab listrik. Kalau kita membawa listrik dunia semuanya, maka akan menghilangkan sedikit cahaya matahari. (Ayat yang artinya), "Demi (malaikat-malaikat) yang diutus dengan membawa kebaikan," dia katakan: Yaitu burung-burung yang pergi dan melempari musuh. Padahal makna yang tampak dari ayat itu adalah malaikat atau angin.
فَهَٰذَا كِتَابٌ زَائِغٌ وَمِنۡ أَجۡلِ هَٰذَا فَقَدۡ رَدَّ عَلَيۡهِ حَمُودٌ التُّوَيۡجِرِيُّ فِي كِتَابٍ سَمَّاهُ إِيضَاحُ الۡمَحَجَّةِ فِي الرَّدِّ عَلَى صَاحِبِ طَنۡجَةَ وَأَجَادَ فِيهِ وَأَفَادَ، حَتَّى أَنَّهُ يَفۡتَرِي يَذۡكُرُ حَدِيثًا ضَعِيفًا وَيَقُولُ: إِنَّ خَرَابَ الۡمَدِينَةِ عُمۡرَانُ بَيۡتِ الۡمَقۡدِسِ أَوۡ بِهَٰذَا الۡمَعۡنَى، وَيَقُولُ: إِنَّ الَّذِي خَرَبَ الۡمَدِينَةَ هُوَ الۡوَهَّابِيَّةُ، وَلَيۡسَ كَمَا يَقُولُ؛ بَلِ الصَّحِيحُ أَنَّهُمۡ عَمَرُوا الۡحَرَمَيۡنِ عَمَارَةً لَيۡسَ لَهَا نَظِيرٌ وَاللهُ الۡمُسۡتَعَانُ.
Ini adalah kitab yang menyimpang. Oleh karena itu, kitab ini telah dibantah oleh Hamud At-Tuwaijiri di dalam sebuah kitab yang beliau beri nama Idhahul Mahajjah fir Radd 'ala Shahibi Thanjah, beliau membawakan ucapan yang baik dan memberi faedah di dalam kitab tersebut. Sampai-sampai Al-Ghumari berdusta dengan menyebutkan sebuah hadis daif dan mengatakan: Sesungguhnya kehancuran Madinah adalah kemakmuran Baitul Maqdis atau semakna ini. Dan dia mengatakan: Sesungguhnya yang menghancurkan Madinah adalah pengikut aliran Wahhabi, padahal tidak seperti yang dia katakan. Bahkan, yang sahih bahwa mereka telah memakmurkan dua tanah haram dengan kemakmuran yang tiada bandingannya. Hanya Allah yang dimintai pertolongan.
السَّائِلُ: خَالِد مُحَمَّد خَالِد رَجُلٌ يُثۡنِي عَلَى الدِّيمُقۡرَاطِيَّةِ يَقُولُ فِي مُقَدِّمَةِ كِتَابِهِ الۡخُلَفَاءُ الرَّاشِدُونَ: لَوۡ أَنَّ أَبَا بَكۡرٍ وَعُمَرَ كَانَا مَوۡجُودَيۡنِ الۡآنَ لَمَّا وَسَعَهُمَا إِلَّا أَنۡ يَنۡهَجَا النَّهۡجَ الدِّيمُقۡرَاطِيَّ.
Penanya: Khalid Muhammad Khalid adalah seseorang yang menyanjung demokrasi. Dia mengatakan di mukadimah kitabnya Al-Khulafa` Ar-Rasyidun: Kalau Abu Bakr dan 'Umar, mereka berdua hidup sekarang, tentu keduanya tidak akan merasa lapang kecuali dengan menempuh jalan demokrasi.
الشَّيۡخُ: نَنۡصَحُ إِخۡوَانَنَا بِالۡابۡتِعَادِ عَنۡ كُتُبِهِ، وَيَا إِخۡوَانَنَا قَدۡ أَغۡنَانَا اللهُ اقۡرَأۡ غَزۡوَةَ الۡحُدَيۡبِيَّةِ مِنۡ تَفۡسِيرِ ابۡنِ كَثِيرٍ تَرَى مَا شَاءَ اللهُ الۡأَحَادِيثَ الۡمُتَّفَقَ عَلَيۡهَا، وَتَفۡسِيرَ الۡآيَاتِ الۡقُرۡآنِيَّةِ وَغَيۡرَهَا، وَكَذٰلِكَ قِصَّةُ بَدۡرٍ فِي سُورَةِ الۡأَنۡفَالِ، غَزۡوَةُ تَبُوكٍ فِي سُورَةِ بَرَاءَة، وَهَٰكَذَا أَيۡضًا سُورَةُ الۡأَحۡزَابِ إِذَا تَدَبَّرۡتَ يَزۡدَادُ بِهِ إِيمَانُكَ.
Syekh Muqbil rahimahullah: Kami menasehatkan kepada saudara-saudara kami untuk menjauhi kitab-kitabnya. Wahai saudara kami, sungguh Allah telah mencukupi kita. Bacalah kisah perang Hudaibiyyah dari Tafsir Ibni Katsir, engkau akan melihat—masya Allah—hadis-hadis yang telah disepakati dan tafsir-tafsir ayat-ayat Alquran, dan yang selainnya. Demikian pula kisah perang Badr di dalam surah Al-Anfal, kisah perang Tabuk di dalam surah Bara`ah. Demikian pula surah Al-Ahzab. Jika engkau memperhatikan, niscaya imanmu akan bertambah.
مِنۡ شَرِيط: (أَسۡئِلَةُ السَّلَفِيِّينَ فِي الۡعَدِينِ)
Dari kaset: As`ilah As-Salafiyyin fil 'Adin

Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=621
وَكَذٰلِكَ الۡكِتَابُ الۡجَدِيدُ لِخَالِد مُحَمَّد خَالِد (هَٰذَا أَوِ الطُّوفَانُ) يَنۡبَغِي مَنۡعُهُ، وَالتَّنۡبِيهُ بِعَدَمِ إِدۡخَالِهِ، فَإِنَّ هَٰذِهِ الۡكُتُبَ نَفۡعُهَا مَفۡقُودٌ، وَضَرَرُهُ مَوۡجُودٌ، وَالۡغَرَضُ مِنۡهَا الدَّعۡوَةُ إِلَى الزِّنۡدِقَةِ وَالۡإِلۡحَادِ وَالۡانۡحِلَالِ، نَعُوذُ بِاللهِ مِنۡ مُضِلَّاتِ الۡفِتَنِ.
فتاوى ورسائل ١٣ / ١٤٧-١٤٨.
Syekh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh rahimahullah berkata: Demikian pula kitab yang baru karya Khalid Muhammad Khalid Hadza awith Thufan, selayaknya dicegah dan diperingatkan agar tidak dimasukkan. Karena kitab-kitab ini tidak ada manfaatnya, bahkan yang ada adalah bahayanya. Tujuan dari buku ini adalah seruan kepada kezindikan, penyimpangan, dan kerusakan. Kita berlindung kepada Allah dari cobaan yang menyesatkan.

Sumber: Fatawa wa Rasa`il 13/147-148.

[1] Telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di antaranya diterbitkan oleh penerbit Ummul Qura dengan judul Biografi 60 Sahabat Nabi.
[2] Telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di antaranya diterbitkan oleh penerbit Ummul Qura dengan judul Biografi Khalifah Rasulullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar